Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, menyoroti pentingnya kompetensi dan kualitas individu yang akan menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut Ruby, posisi ini sangat strategis dan krusial dalam upaya memajukan industri olahraga nasional.
Kebutuhan Profesional di Posisi Strategis
Ruby Chairani menekankan bahwa Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga memegang peranan vital dalam ekosistem olahraga Indonesia. Oleh karena itu, pengisian posisi ini harus diprioritaskan pada individu yang memiliki latar belakang dan keahlian yang relevan.
“Bagi saya selama orang tersebut profesional dan berkualitas, dan memang punya background yang relevan terhadap posisi yang dibutuhkan menurut saya tidak ada masalah,” ujar Ruby dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (29/1/2026).
Pemberdayaan ASN Tetap Penting
Meskipun demikian, Ruby Chairani menegaskan bahwa pengisian posisi strategis ini oleh kalangan profesional tidak boleh mengesampingkan potensi dan sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Kemenpora. Pemberdayaan ASN dinilai tetap penting untuk menunjang keberhasilan pengembangan industri olahraga di Indonesia.
“Menurut saya apa yang dilakukan Kemenpora untuk seleksi posisi tersebut adalah terobosan baru dan harus di apresiasi. Yang pasti meskipun tenaga profesional harus bisa memberdayakan ASN yang ada di Kemenpora,” tambahnya.
Proses Seleksi Delapan Tahap
Proses seleksi untuk mengisi posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga ini akan melalui delapan tahapan. Tahap pertama, yang mencakup pengumuman detail mengenai seleksi, persyaratan, dan peraturan, akan dimulai pada 2 Februari 2026. Pengumuman ini akan disajikan secara komprehensif melalui laman resmi Kemenpora di https://kemenpora.go.id/pengumuman serta laman Badan Kepegawaian Negara (BKN) di https://asnkarier.bkn.go.id.






