Berita

Warga Keluhkan Lubang Flyover Ciputat Picu Kecelakaan, Minta Segera Diperbaiki

Advertisement

Warga mengeluhkan kondisi jalan berlubang di beberapa titik Flyover Ciputat, Tangerang Selatan, yang kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh. Mereka mendesak perbaikan segera dilakukan.

“Kalau lewat mesti hati-hati, kalau nggak bisa kenapa-kenapa. Ya dibenerin lah, ditambal atau apa gitu. Lubangnya nggak kelihatan tapi ganggu banget, kan bahaya,” ujar salah seorang warga, Syahidan, kepada wartawan pada Sabtu (7/2/2026).

Syahidan menambahkan bahwa jalan berlubang di lokasi tersebut sudah menjadi masalah yang berulang. Ia menilai kondisi ini sangat mengganggu dan membahayakan pengendara.

“Sering dan banyak lubangnya di situ. Kadang di kanan, tengah, kiri. Mungkin karena musim hujan, tapi ya bahaya banget. Saya sering lihat ada yang jatuh di flyover,” tuturnya.

Warga lain, Akbar (29), menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan jalan berlubang demi mencegah kecelakaan.

“Harusnya selalu diperhatiin ya perbaikan jalan. Harapannya segera dibenerin, jangan sampai ada yang jatuh lagi karena itu (jalan berlubang),” ucapnya.

Pantauan di lokasi pada pukul 11.00 WIB menunjukkan genangan air di sisi kiri dan kanan Flyover Jalan Dewi Sartika. Banyak titik jalan yang rusak dan berlubang, terutama pada bagian sambungan flyover. Beberapa pengendara motor terlihat kehilangan keseimbangan saat melintasi lubang yang tergenang air.

Advertisement

Selain itu, tumpukan sampah juga terlihat di pinggir flyover, memaksa pengendara mengambil jalur kanan untuk menghindar.

Lubang Flyover Ciputat Picu Kecelakaan Tunggal

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengonfirmasi bahwa lubang di Flyover Ciputat telah memicu kecelakaan lalu lintas tunggal sepeda motor.

“Laka (kecelakaan) tunggal tersebut karena pengendara melintasi jalan berlubang yang berada di beberapa area Flyover Ciputat,” kata Kompol Bambang Askar Sodiq pada Senin (2/2).

Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Pengendara dilaporkan oleng dan terjatuh karena tidak dapat menguasai kemudi kendaraannya setelah melintasi lubang.

“Kemudian pengendara oleng tidak bisa menguasai kemudi kendaraannya,” imbuhnya.

Menurut Kompol Bambang, terdapat total 43 titik jalan berlubang di area tersebut, dengan 2 titik di antaranya teridentifikasi sebagai lokasi rawan kecelakaan yang sangat membahayakan pengendara.

Advertisement