Sepakbola

Tuchel Ungkap Kriteria Pemain Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026: Bakat dan Keterampilan Sosial

Advertisement

Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, membeberkan kriteria spesifik bagi para pemain yang berpotensi masuk skuad untuk Piala Dunia 2026. Tuchel menegaskan bahwa seleksi tidak hanya akan didasarkan pada kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga pada aspek non-teknis yang krusial bagi keharmonisan tim.

Fokus pada Keterampilan Sosial dan Keharmonisan Tim

Inggris dijadwalkan akan berlaga di Grup L Piala Dunia 2026, bersaing dengan Kroasia, Ghana, dan Panama. Menjelang turnamen akbar tersebut, The Three Lions hanya akan melakoni dua laga uji coba pada bulan Maret melawan Uruguay dan Jepang.

Tuchel, yang menggantikan Gareth Southgate, sebelumnya tidak ragu untuk mengecualikan pemain bintang seperti Jude Bellingham dan Phil Foden dari skuad. Ia juga sempat memanggil kembali Jordan Henderson.

Pelatih asal Jerman ini menekankan pentingnya keterampilan sosial dan kemampuan pemain untuk beradaptasi dalam sebuah tim. Ia ingin memastikan bahwa pemain yang dibawa memiliki hubungan yang baik dan komunikasi yang efektif satu sama lain.

“Ketika saya bicara kepada para pemain yang pernah ke Piala Dunia, ketika hubungannya tepat itu selalu memberi perbedaan, pun ketika komunikasinya tepat,” ujar Tuchel seperti dilansir BBC.

Advertisement

Ia menambahkan, “Ketika pemain punya perasaan kalau kelompok yang tepat ada di pemusatan latihan, bahwa mereka tahu perannya, kenapa mereka ada di sana, apa yang diharapkan dari mereka, dan mereka merasa bahwa turnamennya bisa berjalan empat minggu lagi dan mereka senang bisa bersama-sama, maka mereka sukses.”

Lebih dari Sekadar Bakat

Tuchel menyatakan bahwa keputusan pemilihan pemain akan mempertimbangkan kebutuhan tim secara keseluruhan, bukan semata-mata menonjolkan bakat individu.

“Akan sangat penting buat kami agar tidak memilih pemain hanya karena bakat, tapi juga untuk apa yang kami butuhkan dari seorang pemain,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan, “Bagaimana keterampilan sosialnya, apakah dia rekan setim yang baik? Bisakah dia mendukung jika perannya mungkin hanya peran pendukung? Jadi, di sini lah fokusnya.”

Advertisement