Sepakbola

Samuel Eto’o Disanksi Berat CAF: Skorsing 4 Laga dan Denda Rp 34 Miliar

Advertisement

Yaounde – Legenda sepak bola Kamerun, Samuel Eto’o, yang kini menjabat Presiden Federasi Sepakbola Kamerun (FECAFOOT), dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin Federasi Sepakbola Afrika (CAF). Eto’o diskorsing empat pertandingan dan didenda 20 ribu dolar AS akibat aksinya pada Piala Afrika 2025.

Investigasi CAF dan Aksi Eto’o di Tribun VIP

Sanksi ini dijatuhkan setelah CAF melakukan investigasi mendalam atas perilaku Eto’o saat Kamerun menghadapi tuan rumah Maroko di babak perempatfinal Piala Afrika 2025. Dalam pertandingan tersebut, Kamerun harus mengakui keunggulan Maroko dengan skor 0-2.

Eto’o tertangkap kamera menunjukkan ekspresi marah dan menunjuk-nunjuk ke arah delegasi Maroko, termasuk Presiden Federasi Sepakbola Maroko Fouzi Lekjaa, serta Presiden CAF Patrice Motsepe yang duduk di tribun VIP. Kemarahannya dipicu oleh keputusan wasit yang dinilai merugikan timnas Kamerun.

Sanksi dan Pernyataan FECAFOOT

Akibat tindakannya tersebut, Eto’o dianggap melanggar kode disiplin CAF. Ia dilarang menghadiri empat pertandingan resmi Kamerun ke depan dan diwajibkan membayar denda sekitar Rp 34 miliar.

Menanggapi sanksi ini, FECAFOOT mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam tindakan CAF. Federasi menilai CAF telah bertindak sewenang-wenang dan prosedur yang dijalankan untuk menjatuhkan hukuman tersebut menimbulkan permasalahan serius terkait persyaratan mendasar sebuah sidang yang adil.

Advertisement

“Fecafoot juga mencatat bahwa prosedur yang dilakukan untuk memutuskan hukuman ini mengundang permasalahan serius terkait persyaratan mendasar dari sebuah sidang agar adil,” demikian bunyi pernyataan Fecafoot.

“Fecafoot menegaskan kembali dukungan teguhnya kepada Presidennya dan komitmennya untuk menghormati prinsip-prinsip yang mengatur sistem peradilan disiplin yang kredibel.”

Rekam Jejak Masalah Eto’o di FECAFOOT

Ini bukan kali pertama Samuel Eto’o terlibat dalam kontroversi sejak menjabat sebagai Presiden FECAFOOT. Sebelumnya, ia sempat berselisih dengan pelatih Kamerun, Marc Brys, sebelum turnamen dimulai. Eto’o bahkan sempat memecat Brys secara sepihak dan menunjuk David Pagou sebagai penggantinya, yang kemudian menimbulkan keberatan dari Brys.

Advertisement