Manchester United kembali dilanda turbulensi setelah memecat manajer Ruben Amorim. Mantan kapten klub, Roy Keane, menyoroti peran Sir Alex Ferguson dalam kekacauan pemilihan manajer di Old Trafford.
Proyek Gagal Berlanjut
Pemecatan Amorim menandai dimulainya kembali proyek pencarian manajer tetap di Manchester United. Saat ini, tim ‘Setan Merah’ ditangani oleh Darren Fletcher, yang sebelumnya melatih tim U-18. Amorim adalah manajer tetap keenam yang dipecat MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013. Periode ini juga diwarnai oleh kehadiran manajer interim dan caretaker seperti Ryan Giggs, Michael Carrick, Ralf Rangnick, dan Ruud van Nistelrooy.
Pemecatan Amorim memaksa MU untuk memulai proyek dari nol lagi, melanjutkan perjalanan yang penuh liku sejak Sir Alex Ferguson mundur dari posisi manajer. Namun, Ferguson diyakini masih memiliki pengaruh dan memberikan masukan di luar jalur resmi klub.
Keane Tuding Ferguson dan Gill Beri Pengaruh Buruk
Roy Keane, eks kapten MU, memperkuat keyakinan tersebut. Ia menyebut mantan bosnya itu turut berperan dalam kekacauan pemilihan manajer. Keane juga menyeret nama mantan direktur, David Gill.
“Siapa sih yang bikin keputusan-keputusan di Manchester United. Masih ada Ferguson dan David Gill yang menempel saja seperti bau busuk,” kata Keane dikutip Football365.
Keane mempertanyakan proses pengambilan keputusan di klub. “Siapa yang bikin keputusan? Ratcliffe, Wilcox? Siapa yang datang ke proses wawancaranya, Anda berbicara ke seorang manajer, Anda mendapatkan kesan dari seseorang dan bilang ‘Diakah orang yang pas buat kita?'”
Ia menekankan pentingnya melihat lebih dari sekadar CV. “Hampir melupakan CV. Anda perlu sesuatu di CV, tentunya, bahwa Anda sudah memenangi trofi atau sudah lama melatih. Tapi Anda mesti melihat saksama dan bertanya ‘Apakah kamu orang yang tepat memimpin kami?'”
Keane juga menggambarkan dampak seorang manajer di ruang ganti. “Apa yang terjadi saat seseorang masuk ke ruang ganti, lalu para pemain top duduk dan bertanya ‘Sudah punya apa saja?’. Itulah yang dilakukan para pemain top. Kalau Anda belum punya jawabannya, para pemain itu akan memakan Anda hidup-hidup.”
Hubungan Personal yang Renggang
Meskipun pernah menjadi orang kepercayaan Sir Alex Ferguson di lapangan selama 12 tahun, Keane tidak memiliki hubungan personal yang dekat dengan mantan manajernya. Keduanya bahkan sempat bersitegang di akhir masa jabatan Keane di MU, yang berujung pada kepindahannya ke Celtic.






