London – Premier League berencana meluncurkan kampanye baru bertajuk ‘With Pride’ untuk mendukung gerakan inklusif LGBTQ+. Rencananya, liga sepak bola kasta tertinggi Inggris ini akan menggunakan bola pertandingan berwarna pelangi yang akan bergulir pada 6 hingga 13 Februari 2026.
Kampanye ‘With Pride’ di Seluruh Markas Klub
Kampanye ‘With Pride’ akan dilaksanakan di setiap klub Premier League yang menggelar pertandingan kandang. Seluruh stadion klub Liga Inggris juga akan menampilkan atribut kampanye ‘With Pride’ pada papan iklan dan layar besar. Selain itu, akan ada sesi foto bersama penggemar dari kelompok LGBTQ+ dan pameran karya seni dari seniman queer.
Premier League terus berupaya menciptakan inklusivitas dalam setiap pertandingan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kampanye LGBTQ+ kali ini tidak akan menuntut banyak dari pemain individu. Kapten tim tidak lagi diwajibkan mengenakan ban lengan pelangi, begitu pula pemain yang tidak diwajibkan menggunakan kaos bertemakan ‘Pride’ atau tali sepatu berwarna-warni.
Menghindari Titik Konflik Kampanye Sebelumnya
Penggunaan bola bertemakan LGBTQ+ ini diharapkan dapat menghindari titik-titik konflik yang sempat membayangi kampanye sebelumnya. Beberapa pemain memang diketahui menolak mengenakan ban lengan atau tali sepatu berwarna pelangi.
Sebuah unggahan di akun Twitter @The_Forty_Four pada 24 Januari 2026 menampilkan cuplikan video dengan narasi, “The Premier League is considering adding a LGBTQ Match Ball to ensure inclusive participation.🌈⚽️”.
Pro dan Kontra Kampanye LGBTQ+ di Premier League
Kampanye LGBTQ+ di lingkup Premier League memang selalu menghadirkan pro dan kontra. Beberapa pemain secara tersirat menunjukkan penolakan terhadap kampanye ini saat menjalani pertandingan.
Contohnya, Marc Guehi mengungkapkan penolakannya untuk membubuhkan pesan bernuansa relijius saat mengenakan ban kapten pelangi bersama Crystal Palace musim lalu. Kapten Ipswich Town, Sam Morsy, bahkan secara tegas menolak memakai ban kapten yang mempromosikan LGBTQ+.






