Sepakbola

Piala Afrika 2025: Misi Maroko Akhiri Puasa Gelar 50 Tahun di Final Kontra Senegal

Advertisement

Maroko mengusung misi berat untuk mengakhiri penantian gelar Piala Afrika (AFCON) selama 50 tahun saat berhadapan dengan Senegal di partai puncak AFCON 2025. Mampukah ‘Singa Atlas’ menaklukkan tantangan tersebut?

Sejarah dan Perjuangan Maroko di AFCON

Sejauh ini, Maroko baru sekali merasakan manisnya gelar juara Piala Afrika, yaitu pada edisi 1976. Upaya mereka untuk menambah koleksi trofi sempat terhenti di final tahun 2004, di mana mereka takluk 1-2 dari tuan rumah Tunisia. Kini, 22 tahun berselang, Maroko kembali berkesempatan merasakan atmosfer final turnamen terbesar di Benua Afrika.

Menariknya, Walid Regragui, yang merupakan bagian dari skuad Maroko di final 2004, kini telah bertransformasi menjadi pelatih kepala. Ia memimpin generasi emas yang diperkuat oleh sejumlah bintang kelas dunia, termasuk Noussair Mazraoui, Achraf Hakimi, dan Brahim Diaz. Keberhasilan Maroko tidak lepas dari perpaduan apik antara pemain yang berkembang di liga domestik dan talenta diaspora.

Prestasi Gemilang Maroko dalam Beberapa Tahun Terakhir

Dalam beberapa tahun terakhir, Maroko telah menunjukkan taringnya di kancah sepak bola regional maupun global. Mereka mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia 2022. Prestasi ini diikuti dengan raihan medali perunggu di Olimpiade 2024 dan gelar juara Piala Dunia U-20 pada tahun 2025.

Selain itu, Maroko juga mendominasi African Nations Championship (CHAN) dengan tiga gelar juara pada tahun 2018, 2020, dan 2024. CHAN merupakan turnamen yang serupa dengan Piala Afrika, namun hanya diikuti oleh pemain yang bermain di liga domestik masing-masing negara.

Advertisement

Ambisi Regragui dan Asa Sang Kapten

Pelatih Walid Regragui mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian timnya. “Kami sedang menuai hasil dari era keemasan sepakbola Maroko, tetapi kami tidak boleh melupakan asal kami,” ujar Regragui usai kemenangan atas Nigeria di semifinal, seperti dikutip oleh BBC. “Saya sangat senang untuk para pemain dan untuk rakyat Maroko yang benar-benar pantas mendapatkan ini.”

Meskipun demikian, Regragui menyadari bahwa semua prestasi tersebut belum terasa lengkap tanpa trofi Piala Afrika. Kemenangan di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB menjadi krusial untuk menegaskan supremasi Maroko di benua Afrika.

Bek Maroko, Romain Saiss, turut menegaskan pentingnya laga final ini. “Kami telah menunggu trofi ini selama 50 tahun. Ini sudah lama dinantikan oleh semua orang di negara kami. Ini adalah impian semua warga Maroko,” tegas Saiss.

Advertisement