Sepakbola

Pep Guardiola Soroti Standar Ganda Kritikan untuk Manchester City

Advertisement

Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menilai adanya standar ganda dalam pemberitaan dan persepsi publik terhadap timnya. Menurutnya, Manchester City seolah dituntut untuk selalu sempurna dan tidak boleh melakukan kesalahan.

Kritikan Tajam Usai Dua Kekalahan

Kritikan tajam belakangan ini memang menghampiri The Citizens setelah menelan dua kekalahan beruntun. Setelah takluk 0-2 dari tim yang tidak disebutkan namanya di kompetisi domestik, City kembali menelan pil pahit dengan kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions. Pertandingan tersebut juga diwarnai kartu kuning kedua yang diterima Rodri.

Dua hasil minor ini berdampak signifikan pada posisi City di klasemen. Di Liga Inggris, mereka kini tertinggal tujuh poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen dengan 43 poin. Sementara di Liga Champions, City terancam gagal lolos otomatis ke babak 16 besar. Mereka menduduki peringkat ketiga dengan 13 poin, dan jika gagal mengalahkan Galatasaray di laga terakhir, mereka harus menjalani babak playoff yang akan menambah padat jadwal mereka.

Guardiola Merasa Ada Ketidakadilan

Menanggapi situasi tersebut, Guardiola merasa ada ketidakadilan dalam cara publik menilai timnya. Ia berpendapat bahwa timnya seolah-olah sedang dilanda krisis, padahal ada tim-tim besar lain yang kondisinya tidak lebih baik.

Advertisement

“Kami tak boleh kalah, kan? Tak boleh, ya? Manchester City begitu sempurna sampai-sampai kami tak boleh kalah, saya tahu. Memang begitulah adanya. Ya, kalian benar; kami harus mengubah dinamika dan memenangkan laga,” ujar Guardiola, dikutip dari Marca.

Ia menambahkan, “Saya tahu memiliki 13 poin di Liga Champions adalah bencana, saya tahu, tetapi ada delapan tim yang memiliki 13 poin, termasuk salah satu tim terbaik di dunia. Tapi bagi mereka itu tidak masalah, bagi kami itu bencana. Standar yang ditetapkan sangat tinggi, kawan-kawan.”

Pelatih asal Spanyol itu diduga menyindir tim lain, seperti Chelsea, yang juga mengoleksi 13 poin di Liga Champions namun berada di posisi yang lebih baik di liga domestik. Guardiola merasa standar yang diterapkan kepada Manchester City jauh lebih tinggi dibandingkan tim lainnya.

Advertisement