Barcelona – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali menyuarakan kepedulian mendalam terhadap situasi di Palestina. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, Kamis (29/01/2026), Guardiola menyampaikan pesan menyentuh tentang penderitaan warga Palestina, khususnya anak-anak yang menjadi korban konflik.
Dukungan di Acara Amal ‘Act x Palestine’
Acara ‘Act x Palestine’ yang dihadiri oleh 30 seniman dan musisi ini bertujuan untuk menyoroti kesulitan yang dihadapi warga Palestina. Guardiola, yang tampil mengenakan keffiyeh, tak kuasa menahan kepiluan saat berbicara mengenai nasib anak-anak yang kehilangan orang tua akibat serangan Israel di Gaza.
“Assalamualaikum,” sapanya mengawali pidato. “Apa yang kita pikirkan ketika kita melihat seorang anak-anak dalam dua tahun terakhir ini dengan gambar-gambar di media sosial, di televisi, merekam dirinya sendiri, memohon ‘di mana ibu saya?’ di antara reruntuhan, dan mereka tidak menyadari apa yang terjadi,” ungkap pelatih berusia 55 tahun itu dengan nada lirih.
Ia menambahkan, “Saya rasa kita telah meninggalkan mereka sendirian, terlantar.”
Kecaman terhadap Penguasa
Guardiola juga melontarkan kecaman keras terhadap para pemimpin dunia yang dianggapnya tidak bertanggung jawab dalam menangani konflik Israel-Palestina.
“Orang-orang berkuasa adalah pengecut karena mereka mengirim orang-orang tak bersalah untuk membunuh orang-orang tak bersalah, sementara mereka sendiri berada di rumah dengan pemanas saat cuaca dingin dan pendingin udara saat cuaca panas,” tegasnya.
Rekam Jejak Dukungan Guardiola
Ini bukan kali pertama Pep Guardiola menunjukkan dukungannya terhadap Palestina. Pada November 2025, ia turut serta dalam laga persahabatan antara Timnas Catalunya melawan Palestina di Estadi Olympic Lluis Companys.
Saat itu, Guardiola menyatakan, “Saya tidak bisa membayangkan ada orang di dunia ini yang bisa membela pembantaian di Gaza. Anak-anak kita bisa berada di sana dan dibunuh hanya karena lahir di sana. Saya tidak percaya pada para pemimpin. Mereka akan melakukan apa saja untuk tetap berkuasa.”
Laga persahabatan tersebut menjadi bukti bahwa simpati untuk rakyat Gaza masih ada di tengah eskalasi invasi Israel ke wilayah Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri telah menegaskan bahwa tindakan tersebut termasuk dalam kategori genosida pada September 2025.






