Jakarta – Nunun Lusida, seorang ibu yang mengaku menjadi korban, mendesak Vicky Prasetyo untuk segera mengembalikan uang sebesar Rp 700 juta yang dipinjamnya. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk biaya hidup di masa tua dan kelangsungan hidup anak-anaknya. Hingga kini, Vicky Prasetyo belum memberikan respons resmi terkait permintaan tersebut, meskipun detikcom telah berupaya menghubunginya.
Desakan Pengembalian Dana dan Sorotan Gaya Hidup
Nunun menuturkan bahwa ia hanya ingin uangnya kembali tanpa meminta lebih. “Saya tidak minta lebih. Saya hanya ingin uang saya dikembalikan untuk kehidupan saya dan anak-anak,” ujar Nunun saat ditemui di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (17/2/2026).
Ia merasa kecewa karena janji pengembalian dana yang diberikan Vicky Prasetyo hingga kini belum terealisasi. “Nomor rekening sudah diminta, tapi tidak ada transfer. Hanya janji-janji saja,” keluhnya.
Kuasa hukum Nunun, James Tambunan, turut menyoroti gaya hidup mewah Vicky Prasetyo yang dianggap kontras dengan kondisi kliennya. “Klien kami ini sampai harus memikirkan biaya hidup sehari-hari. Sementara yang bersangkutan masih aktif tampil di televisi dan menjalankan berbagai usaha,” kata James.
James menegaskan bahwa kliennya telah berulang kali meminta pengembalian uang, bahkan menawarkan skema pembayaran sebagian atau dicicil, namun belum juga mendapatkan kepastian.
Kekecewaan Nunun Melihat Aktivitas Vicky Prasetyo
Nunun Lusida mengungkapkan kekecewaannya saat melihat aktivitas dan gaya hidup Vicky Prasetyo di media sosial. Ia menilai gaya hidup sang artis sangat kontras dengan mangkirnya Vicky dalam membayar utang.
“Saya lihat di media sosial, usahanya terlihat maju, membuka bisnis, beli rumah miliaran. Tapi kenapa uang saya tidak dikembalikan?” ujar Nunun sambil menahan tangis.
Awal Mula Kasus Pinjaman Modal Pilkada
Kasus ini bermula ketika Nunun diminta memberikan modal sebesar Rp 700 juta kepada mantan suaminya dan Vicky Prasetyo. Kala itu, Vicky Prasetyo berjanji akan menggandeng mantan suami Nunun untuk maju dalam Pilkada 2024 sebagai calon bupati dan wakil bupati di Kabupaten Bandung Barat.
“Waktu itu Vicky meminta uang sebesar Rp 700 juta kepada saya. Dengan janji akan menggandengkan suami saya, dijadikan pendamping dirinya sebagai calon Wakil Bupati di Kabupaten Bandung Barat,” jelas Nunun.
Awalnya Nunun percaya karena Vicky Prasetyo berjanji akan mengembalikan dana tersebut setelah tiga hari peminjaman. Namun, hingga kini dana tersebut belum juga dikembalikan.
Rekam Jejak Politik Vicky Prasetyo
Vicky Prasetyo sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pada Pemilu Legislatif 2024. Ia maju melalui daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VI, yang mencakup wilayah Kota Depok dan Kota Bekasi, diusung oleh Partai Perindo.
Selain itu, Vicky juga tercatat pernah menjadi calon Bupati Pemalang, Jawa Tengah, berpasangan dengan Muchamad Suwandi dan diusung oleh PKB.






