Sepakbola

Nicolas Maduro: Dari Presiden Venezuela Hingga Fans Berat Barcelona yang Kecewa Berat

Advertisement

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi sorotan internasional setelah penangkapannya oleh Amerika Serikat pada Sabtu (3/4/2026) di Caracas. Operasi militer AS dengan sandi “Operasi Absolute Resolve” yang melibatkan pasukan elit Delta Force menggerebek kediaman Maduro. Pria berusia 63 tahun ini ditangkap atas tuduhan mendukung kartel narkoba dan dianggap bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Penangkapan ini merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela.

Kecintaan pada Barcelona

Di luar pusaran politik dan tuduhan internasional, Nicolas Maduro dikenal memiliki kecintaan mendalam pada klub sepak bola Spanyol, Barcelona. Ketertarikannya pada klub Catalan ini bukan rahasia lagi. Ia pernah mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam ketika Barcelona melepas mega bintangnya, Lionel Messi, pada tahun 2021.

Melansir dari Tribuna, Maduro tidak hanya merasa kecewa, tetapi juga melontarkan kritik tajam kepada Presiden Barcelona saat itu, Joan Laporta, beserta jajaran petinggi klub. Menurut pandangannya, Messi, yang merupakan pemain terbaik sepanjang sejarah, seharusnya tidak diperlakukan demikian dan hanya ingin mengakhiri kariernya di Camp Nou.

“Apa yang mereka lakukan terhadap Messi benar-benar memalukan. Apabila mereka semena-mena terhadap pemain terbaik sepanjang sejarah, mereka bisa melakukan hal yang sama kepada siapa pun,” ujar Maduro kala itu, sebagaimana dikutip dari Tribuna.

Advertisement

Kecintaan Maduro pada Barcelona juga terlihat dari berbagai penampilannya di depan publik. Ia beberapa kali tertangkap kamera mengenakan jaket kebesaran Barcelona. Dalam sebuah video yang sempat viral di media sosial, pemimpin Partai Sosialis Venezuela (PSUV) ini bahkan sempat bercanda dan mengklaim dirinya sudah ‘dikontrak’ oleh klub berjuluk Blaugrana tersebut.

Nicolas Maduro telah menjabat sebagai presiden Venezuela sejak tahun 2013, menggantikan pemimpin sebelumnya, Hugo Chavez, setelah memenangkan pemilihan umum.

Advertisement