Menteri Olahraga Ukraina, Matvii Bidnyi, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana pencabutan sanksi terhadap Rusia. Bidnyi menilai sikap tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mengabaikan realitas pahit yang dihadapi negaranya.
Kritik Pedas Terhadap Pernyataan Infantino
Pernyataan Infantino yang menyatakan bahwa sanksi terhadap Rusia tidak menghasilkan apa-apa dan justru menimbulkan lebih banyak rasa frustrasi serta kebencian, menuai reaksi keras dari Bidnyi. Ia menekankan bahwa kata-kata Infantino terdengar tidak bertanggung jawab, bahkan kekanak-kanakan, karena memisahkan sepak bola dari kenyataan tragis yang telah merenggut nyawa anak-anak Ukraina.
“Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa sejak dimulainya agresi skala penuh Rusia, lebih dari 650 atlet dan pelatih Ukraina telah dibunuh oleh Rusia,” ujar Bidnyi, seperti dikutip dari ESPN. Ia menegaskan bahwa perang adalah kejahatan, bukan sekadar ranah politik.
Rusia Dituding Mempolitisasi Olahraga
Bidnyi menuding Rusia sebagai pihak yang telah mempolitisasi olahraga dan memanfaatkannya untuk membenarkan agresi mereka. Ia menyatakan dukungannya terhadap sikap Asosiasi Sepak Bola Ukraina yang juga telah memperingatkan agar Rusia tidak kembali diizinkan berpartisipasi dalam kompetisi internasional.
“Selama Rusia terus membunuh warga Ukraina dan mempolitisasi olahraga, bendera dan simbol nasional mereka tidak memiliki tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan permainan yang adil,” tegas Bidnyi.
Sikap FIFA yang Dipertanyakan
Rencana FIFA untuk menerima kembali Rusia ke kancah sepak bola global, yang telah disanksi sejak 2022 akibat invasi ke Ukraina, memang disambut baik oleh Federasi Sepakbola Rusia. Presidennya, Alexander Dyukov, akhir tahun lalu menyatakan optimisme bahwa Rusia dapat kembali berpartisipasi dalam kompetisi resmi tahun ini, sesuai rekomendasi Komite Olimpiade Internasional (IOC).
FIFA sendiri kerap menunjukkan sikap yang dianggap plin-plan dalam menanggapi berbagai konflik global. Meskipun bersikap tegas terhadap Rusia, FIFA dinilai diam saja terkait isu kemanusiaan di Palestina, meskipun desakan sanksi terhadap Israel telah diserukan oleh banyak pihak.






