JAKARTA – Kepindahan Maarten Paes ke klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, menimbulkan pertanyaan mengenai peran Jordi Cruyff dan Denny Landzaat dalam transfer tersebut. Paes resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Ajax pada Senin (2/2/2026) malam WIB, setelah ditebus dari klub MLS, FC Dallas, dengan nilai transfer yang tidak diungkapkan.
Reuni dengan Sosok Penting Timnas Indonesia
Transfer Paes ke Ajax sekaligus menandai reuni dengan Jordi Cruyff dan Denny Landzaat. Ketiganya pernah memiliki keterkaitan saat membela Timnas Indonesia. Paes merupakan kiper utama Timnas Indonesia, sementara Cruyff menjabat sebagai penasihat teknis timnas. Kini, Cruyff menduduki posisi Direktur Teknik di Ajax. Landzaat, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih skuad Garuda, juga mengikuti jejak Cruyff ke Ajax dengan peran yang sama.
Hubungan erat Paes dengan Cruyff dan Landzaat ini diduga kuat menjadi faktor penentu keberhasilan transfernya ke klub yang berjuluk De Godenzonen tersebut. Kini, Paes diharapkan dapat segera mengambil alih posisi kiper utama, terutama mengingat performa lini pertahanan Ajax yang rapuh di Liga Champions, dengan kebobolan 21 gol dalam delapan pertandingan.
Optimisme Manajemen Ajax
Direktur Olahraga Ajax, Marijn Beuke, menyambut antusias kedatangan Paes. “Kami telah memantau Maarten selama beberapa musim dan senang bahwa kami sekarang berhasil membawanya ke Ajax. Fokusnya adalah pada seorang kiper yang berpengalaman dan dapat diandalkan, dan Maarten lebih dari memenuhi kriteria ini,” ujar Beuke.
Beuke menambahkan, “Dia juga seorang yang sangat rajin berlatih, pemain tim dengan mentalitas olahraga tingkat tinggi yang sangat cocok dengan tipe penjaga gawang yang kami cari.”
Tantangan di Eredivisie
Meskipun demikian, tantangan besar menanti Paes di Eredivisie Belanda. Ajax saat ini berada di peringkat keempat klasemen dengan 38 poin, tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen, PSV Eindhoven. Peluang mereka untuk meraih gelar juara liga musim ini terbilang kecil.
(ran/bay)





