Sepakbola

Liverpool Terancam Gagal Liga Champions, Jamie Carragher Ingatkan Kesalahan Manchester United

Advertisement

Liverpool menghadapi ancaman serius untuk gagal finis di zona Liga Champions musim depan. Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, mengingatkan klub untuk mematangkan keputusan terkait manajer Arne Slot jika performa tim terus menurun.

Tren Mengecewakan Liverpool

Klub berjuluk Si Merah itu mulai tergusur dari empat besar klasemen Liga Inggris menyusul rangkaian hasil yang mengecewakan belakangan ini. Liverpool tercatat tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terbarunya, dengan rincian empat kali imbang dan sekali kalah.

Saat ini, Liverpool berada di posisi keenam klasemen dengan mengoleksi 36 poin. Mereka tertinggal dua poin dari Manchester United dan satu poin di belakang Chelsea. Meskipun secara matematis peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar karena masih ada 15 pertandingan tersisa, tren performa tim menjadi perhatian utama.

Masa Depan Arne Slot Dipertanyakan

Melihat tren yang ada, Liverpool patut khawatir jika tidak ada perbaikan segera. Hal ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Arne Slot sebagai manajer. Nama Xabi Alonso, yang baru saja menganggur usai berpisah dengan Real Madrid, kembali santer disebut sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Slot di Anfield.

Sebelumnya, Alonso sempat dirumorkan akan bergabung dengan Liverpool saat Juergen Klopp mengumumkan pamit. Namun, takdir berkata lain, Alonso memilih Real Madrid, sementara Liverpool menunjuk Slot. Kini, kesempatan untuk merekrut Alonso kembali terbuka.

Peringatan Jamie Carragher

Jamie Carragher menekankan pentingnya Liverpool untuk segera mengambil keputusan yang tepat. “Sesuatu yang Anda tak pernah ingin lakukan, dan Manchester United sudah melakukan kesalahan beberapa kali, adalah saat berpikir ‘Rasanya kita perlu ganti manajer, tapi tidak yakin 100%’ lalu sampai ke bulan Oktober dan berpikir lagi ‘Kita seharusnya menggantinya’,” ungkap Carragher kepada The Athletic.

Advertisement

Carragher menambahkan, “Saya bahkan benci membicarakannya, karena saya mengagumi manajernya. Dia memenangkan liga buat kami, sepakbolanya menakjubkan, tapi ada banyak kritik dari para suporter Liverpool di luar sana.”

“Kalau dia lolos ke Liga Champions dan kita melihat tanda-tanda progresi, melaju bagus di Piala FA atau Liga Champions, saya bisa bilang ‘Tidak, ini karena sebab kolektif. Para pemainnya tidak main seperti sebelumnya, manajernya sedang tidak menjalani musim yang terbaik, orang-orang di atasnya yang harus banyak bertanggung jawab’.”

“Tapi kalau finis keenam, itu penurunan yang sangat besar. Akan sulit untuk membuat pembelaan atas hal itu,” tegas Carragher.

Contoh Buruk Manchester United

Manchester United sendiri sempat mengalami keraguan dalam mengambil keputusan terkait manajer Erik ten Hag. Klub sempat batal memecatnya pada musim panas 2024, namun akhirnya mencopotnya pada Oktober tahun yang sama. Klub juga sempat memberikan kepercayaan kepada Ruben Amorim meski finis di posisi 15 Premier League, namun akhirnya memecatnya pada awal Januari lalu.

Keputusan yang tertunda atau ragu-ragu dalam pergantian manajer dapat berdampak negatif pada performa tim, sebuah pelajaran yang diharapkan tidak diulangi oleh Liverpool.

Advertisement