Liverpool kembali menorehkan catatan minor setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tim promosi, Burnley, di kandang sendiri, Anfield, pada Sabtu (17/1/2026) malam WIB. Hasil ini memperpanjang rentetan hasil seri The Reds di awal tahun 2026.
Dominasi Tanpa Gol Penentu
Dalam pertandingan tersebut, Liverpool sejatinya tampil dominan dengan melepaskan 32 tembakan, 11 di antaranya mengarah ke gawang. Statistik Expected Goals (xG) mereka mencapai 2,95, menunjukkan banyaknya peluang yang tercipta. Gol semata wayang Liverpool dicetak oleh Florian Wirtz di babak pertama. Peluang untuk menggandakan keunggulan sempat terbuka ketika Dominik Szoboszlai mendapat hadiah penalti, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang.
Burnley berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-65 melalui gol Marcus Edwards. Skor imbang ini bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, membuat Liverpool gagal melebarkan jarak dengan Manchester United yang berada di posisi kelima klasemen, hanya tertinggal satu poin.
Rekor Buruk di Era Premier League
Hasil imbang ini juga menambah daftar panjang hasil seri Liverpool di awal tahun 2026, yang kini telah mencapai empat laga beruntun. Lebih memprihatinkan lagi, ini adalah kali ketiga Liverpool gagal mengalahkan tim promosi di kandang sendiri pada musim ini. Sebelumnya, The Reds sempat ditahan imbang oleh Sunderland (1-1) dan Leeds United (0-0).
Dengan tanpa kemenangan dan hanya mampu mencetak dua gol dalam tiga laga kandang melawan tim promosi tersebut, Liverpool membukukan rekor buruk. Ini merupakan kali pertama rekor tersebut terjadi di era Premier League. Terakhir kali Liverpool mengalami catatan serupa di kasta tertinggi sepak bola Inggris adalah pada musim 1980/1981.
Kekecewaan Arne Slot
Manajer Liverpool, Arne Slot, mengungkapkan rasa frustrasinya atas hasil tersebut. “Ini bukan pertama kalinya, memang selalu bikin frustrasi. Mereka datang dengan gaya berbeda. Terkadang kami bisa mencetak gol di injury time dan Anda berharap untuk menang, lalu kebobolan lagi di tambahan waktu itu,” ujar Slot kepada ESPN.
Slot menambahkan, “Saya rasa kami sudah sering bermain seperti ini (9 dari 19 laga sedari September hingga November) di mana kami membuat peluang lebih banyak ketimbang lawan – tapi kami tetap kalah.”






