London – Penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala Chelsea menuai beragam reaksi, namun pelatih berusia 41 tahun itu menunjukkan keyakinan tinggi akan kemampuannya. Rosenior menggantikan Enzo Maresca yang sebelumnya menangani The Blues.
Ambisi Rosenior di Klub Top Pertama
Bagi Rosenior, Chelsea menjadi klub top pertama dalam kariernya. Sebelumnya, ia hanya menangani klub-klub yang relatif lebih kecil seperti Derby County, Hull City, dan Strasbourg. Ia telah memimpin sesi latihan pertamanya bersama Chelsea pada Jumat (9/1/2026).
Debut resminya sebagai pelatih kepala Chelsea akan terjadi dalam laga tandang melawan Charlton Athletic di babak ketiga Piala FA, Minggu (11/1) dini hari WIB.
Klaim Keberhasilan dan Dedikasi Penuh
Rosenior menegaskan ambisinya dan keyakinannya pada kualitasnya. “Jangan batasi ambisi Anda. Saya bukannya sombong, saya mahir di dalam pekerjaan saya,” ujar Rosenior, dilansir dari ESPN.
Ia menambahkan rekam jejaknya di berbagai peran kepelatihan. “Di setiap pekerjaan yang sudah saya lakoni, apakah sebagai interim, asisten, seorang pelatih kepala atau seorang manajer atau apapun namanya, relatif terhadap tim yang saya tangani, saya selalu sukses.”
Rosenior menyatakan keinginannya untuk berada di klub sebesar Chelsea dan bertekad untuk meraih kesuksesan. “Jadi, bagi saya, saya selalu ingin berada di sebuah klub seperti ini. Namun, ini bukan hanya tentang berada di sini, melainkan tentang menjadi sukses. Ini adalah awal bagi saya. Saya akan memberikan segala-galanya.”
Meski mengakui tidak ada jaminan kemenangan, Rosenior menekankan kerja kerasnya selama ini. “Memang tidak ada yang bisa menjamin kemenangan atau kesuksesan. Namun, di saat yang sama, saya telah bekerja dengan sangat, sangat keras dalam waktu yang lama untuk berupaya dan menempatkan diri saya di dalam sebuah posisi di mana saya bisa sukses,” pungkasnya.
(Video: Liam Rosenior Resmi Jadi Pelatih Chelsea)






