Sepakbola

Liam Rosenior Optimistis Skuad Muda Chelsea Bisa Tiru Kesuksesan ‘Class of 92’ Manchester United

Advertisement

London – Liam Rosenior, manajer baru Chelsea, menyatakan keyakinannya bahwa skuad muda The Blues memiliki potensi untuk meniru kesuksesan legendaris ‘Class of 92’ milik Manchester United. Rosenior, yang baru saja ditunjuk menggantikan Enzo Maresca, akan menjalani debutnya memimpin Chelsea dalam laga Piala FA melawan Charlton Athletic akhir pekan ini.

Optimisme di Tengah Minim Pengalaman

Penunjukan Rosenior sebagai manajer Chelsea terbilang mengejutkan mengingat pengalamannya yang minim di level kepelatihan senior. Pria asal Inggris ini sebelumnya melatih Strasbourg, klub yang berada di bawah kepemilikan grup yang sama dengan Chelsea, serta Hull City di kasta kedua Liga Inggris.

Rosenior akan memimpin skuad Chelsea yang didominasi pemain muda. Pemain tertua dalam tim saat ini adalah Tosin Adarabioyo yang baru berusia 28 tahun. Sebelumnya, manajer Enzo Maresca sempat mengeluhkan minimnya pengalaman dalam skuad The Blues.

Meniru Jejak ‘Class of 92’

Namun, Rosenior justru melihat optimisme dalam komposisi tim muda tersebut. Ia membandingkan potensi Chelsea saat ini dengan Manchester United era ‘Class of 92’ yang meraih treble pada tahun 1998. Skuad United kala itu mengandalkan pemain jebolan akademi seperti David Beckham, Paul Scholes, Gary Neville, Phil Neville, Nicky Butt, dan Ryan Giggs.

Advertisement

“Orang-orang akan menuduh saya seperti ini, tetapi saya dulunya penggemar Manchester United dan sekarang saya adalah penggemar berat Chelsea,” ujar Rosenior, dikutip dari ESPN.

Ia menambahkan, “Saya ingat Sir Alex Ferguson cukup berani untuk memasukkan enam atau tujuh pemain berusia antara 19 dan 21 tahun ke dalam timnya, dalam tim yang memenangkan gelar, karena dia percaya pada mereka.”

Rosenior menekankan pentingnya keberanian dalam memberikan kesempatan kepada pemain muda. “Yang mereka lakukan adalah mereka berkembang dan memenangkan trofi demi trofi. Itu adalah periode yang luar biasa dalam sejarah klub tersebut. Tanpa keberanian itu, hal itu tidak akan terjadi,” jelasnya.

Advertisement