Sepakbola

Juventus Desak FIGC Batalkan Kartu Merah Kalulu yang Kontroversial

Advertisement

Turin – Juventus dilaporkan telah mengajukan permintaan resmi kepada Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, untuk membatalkan kartu merah yang diterima bek Pierre Kalulu dalam laga melawan Inter Milan. Keputusan kartu merah tersebut dinilai kontroversial dan merugikan tim.

Juventus Terancam Tanpa Kalulu Hadapi Como

Juventus dijadwalkan menjamu Como di Allianz Stadium pada Sabtu, 21 Februari 2026, dalam lanjutan Liga Italia. Namun, tim berjuluk Si Nyonya Tua dipastikan tidak dapat diperkuat Pierre Kalulu karena harus menjalani hukuman larangan bermain akibat kartu merah pada pertandingan sebelumnya.

Kalulu menerima dua kartu kuning dalam duel melawan Inter Milan yang berakhir dengan kekalahan Juventus 2-3. Kartu kuning kedua yang berujung kartu merah tersebut dianggap tidak proporsional, terutama setelah Alessandro Bastoni terlihat bereaksi berlebihan saat ditarik kausnya oleh Kalulu. Insiden ini diduga mempengaruhi keputusan wasit Gianluca Rocchi.

Advertisement

Permohonan Pembatalan dan Apresiasi Spalletti

Menyikapi hal ini, pihak Juventus dilaporkan telah melayangkan surat permohonan kepada Presiden FIGC, Gabriele Gravina, agar kartu merah Kalulu dapat dibatalkan. Klub masih menanti keputusan akhir dari Gravina terkait nasib sanksi tersebut.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh manajemen klub. Ia menilai pembatalan hukuman kartu merah dan larangan bermain bagi Kalulu adalah tindakan yang adil. Spalletti menekankan pentingnya kehadiran Kalulu, terutama mengingat Juventus juga kehilangan bek Bremer akibat cedera.

“Ini adalah langkah yang diperlukan karena kita berbicara tentang dua ketidakadilan yang jelas yang semua orang terpaksa akui,” ujar Spalletti mengutip dari Football Italia. “Menurut pendapat saya, klub telah melakukan hal yang benar. Bremer tidak akan tersedia untuk pertandingan ini.”
Advertisement