Sepakbola

Juara Bertahan Liga Champions Terpuruk ke Playoff di Dua Musim Format Klasemen Baru

Advertisement

Dua musim beruntun, tim juara bertahan Liga Champions harus merasakan pahitnya terperosok ke babak playoff 16 besar setelah gagal menembus delapan besar klasemen. Format baru fase klasemen yang diterapkan sejak musim 2024/25 tampaknya memberikan tantangan ekstra bagi para kampiun bertahan.

Real Madrid Gagal di Musim Pertama

Pada musim 2024/25, Real Madrid sebagai juara bertahan, menjadi tim pertama yang merasakan dampak format baru ini. Los Blancos hanya mampu finis di peringkat ke-11 klasemen, jauh dari zona lolos langsung ke babak 16 besar. Akibatnya, mereka harus berjuang melalui babak playoff melawan Manchester City. Meskipun berhasil lolos dengan agregat 6-3, langkah mereka terhenti di babak perempatfinal oleh Arsenal.

Paris Saint-Germain Menyusul di Musim 2025/26

Kisah serupa terulang di musim 2025/26. Paris Saint-Germain (PSG), yang keluar sebagai juara bertahan, juga harus menghadapi kenyataan pahit. Tim asuhan Luis Enrique ini hanya menduduki peringkat ke-11 klasemen dengan raihan 14 poin. Poin tersebut didapat dari empat kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Kini, PSG dijadwalkan akan menghadapi sesama tim Ligue 1, AS Monaco, di babak playoff 16 besar.

Advertisement

Format Klasemen yang Lebih Menantang

Format baru Liga Champions dengan fase klasemen memang menambah jumlah pertandingan menjadi delapan kali, berbanding enam kali pada fase grup sebelumnya. Dengan total 36 tim yang bersaing, persaingan poin menjadi sangat ketat dan memunculkan lebih banyak pertandingan besar antar tim papan atas. Hal ini memungkinkan terjadinya kejutan-kejutan tak terduga, termasuk terpuruknya tim juara bertahan ke babak playoff.

Advertisement