Mantan pelatih, direktur, dan pemain Real Madrid, Jorge Valdano, memberikan pandangannya mengenai kepergian Xabi Alonso dari kursi kepelatihan klub. Menurut Valdano, Alonso tidak pernah benar-benar merasakan dukungan penuh dari manajemen klub selama masa jabatannya.
Perpisahan Mengejutkan Usai Final Piala Super Spanyol
Real Madrid mengumumkan perpisahan dengan pelatih asal Spanyol tersebut pada Selasa (13/1) dini hari WIB. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam laga final Piala Super Spanyol 2026, yang menjadi pertandingan terakhir Alonso bersama Los Blancos. Alonso hanya menjabat sebagai pelatih tim utama selama kurang lebih tujuh bulan, jauh lebih singkat dari kontrak yang seharusnya berakhir pada 2028.
Situasi Internal yang Kurang Ideal
Valdano menilai Alonso menghadapi situasi yang kurang ideal sejak awal kepelatihannya. Ia berpendapat bahwa skuad Real Madrid saat itu tidak memiliki komposisi pemain yang ideal untuk menjalankan filosofi permainan yang diinginkan Alonso. Situasi semakin diperparah dengan tidak adanya rekrutmen gelandang baru, terutama setelah kepergian Toni Kroos dan Luka Modric dalam dua bursa transfer musim panas terakhir.
Seiring dengan penurunan performa tim yang mulai terlihat sejak November, Valdano meyakini Presiden Florentino Perez mulai kehilangan keyakinan pada Xabi Alonso. Posisi Alonso kemudian digantikan oleh pelatih tim cadangan, Alvaro Arbeloa.
Kutipan Langsung dari Jorge Valdano
“Anda bisa menerapkan gaya permainan Anda jika memiliki pemain yang tepat. Sedangkan untuk Xabi, saya melihatnya sebagai sosok yang tidak stabil sejak hari pertama,” ujar Valdano kepada Movistar Plus.
Ia melanjutkan, “Dia tidak pernah merasa mendapat dukungan dari klub, dan saat Natal, ketika Florentino memberikan pidato yang tidak menyebutkan Xabi, saya pikir itu sangat mengkhawatirkan. Dia berada dalam situasi yang tidak pasti.”
Valdano juga menyoroti masalah cedera pemain dan ketiadaan playmaker sebagai faktor krusial. “Banyak pemain dia yang cedera, tim kehilangan seorang playmaker, dan kita semua tahu seberapa pentingnya itu. Hal itu membuat Anda ingin menyebutkan berbagai tim yang telah kehilangan gelandang dan identitas mereka. Real Madrid tidak memiliki pemain seperti itu. Xabi telah berusaha, tapi dia tidak memilikinya. Semua itu menandai eranya di Real Madrid ,” pungkas Valdano dalam analisisnya mengenai kiprah Alonso.






