Sepakbola

Jamie Carragher: Era Direktur Olahraga Berkuasa, Amorim dan Maresca Jadi Korban

Advertisement

Eks pemain Liverpool, Jamie Carragher, menyoroti pergeseran kekuasaan dalam sepak bola modern, di mana direktur olahraga kini memegang kendali lebih besar. Carragher menyandingkan kasus pemecatan Ruben Amorim di Manchester United dengan Enzo Maresca di Chelsea sebagai bukti fenomena tersebut.

Amorim Kecewa Tak Dapat Dukungan Transfer

Ruben Amorim harus mengakhiri masa baktinya di Manchester United tak lama setelah ia menyuarakan kekecewaannya terkait minimnya peranannya dalam bursa transfer Januari. Pria asal Portugal itu dikabarkan menginginkan posisi yang lebih strategis, tidak hanya sebagai kepala pelatih, namun memiliki otoritas lebih dalam pengambilan keputusan terkait pemain.

Keputusan Manchester United untuk tidak mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim dingin menjadi salah satu pemicu ketidakpuasan Amorim. Ia merasa timnya membutuhkan suntikan amunisi segar agar sistem permainannya dapat berjalan optimal dan meningkatkan daya saing tim.

Situasi ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara Amorim dengan Direktur Olahraga Manchester United, Jason Wilcox. Ketidakcocokan ini berujung pada pemecatan Amorim.

Advertisement

Maresca Juga Merasa Tak Didukung

Fenomena serupa juga terjadi di Chelsea, di mana Enzo Maresca harus berpisah jalan dengan klub tak lama setelah ia mengaku merasa tidak mendapatkan dukungan penuh dari manajemen. Pernyataan Maresca ini mencerminkan adanya masalah komunikasi dan ekspektasi yang tidak terpenuhi.

Carragher: Direktur Olahraga Kini Penguasa

Menanggapi kedua kasus tersebut, Jamie Carragher berpendapat bahwa fenomena ini menunjukkan betapa berkuasanya para direktur olahraga di klub-klub sepak bola saat ini.

“Apa yang kita saksikan di sepak bola sekarang adalah para direktur olahraga jadi orang-orang paling berkuasa. Dan kalau para manajer keluar dari batasnya dan mengkritik orang-orang di atas mereka, itu akan ada konsekuensi-konsekuensinya,” kata Carragher di Sky Sports, dikutip BBC.

Carragher menambahkan bahwa klub-klub besar seperti Chelsea dan Manchester United tidak akan mentolerir manajer yang mengkritik direktur olahraga mereka, baik secara langsung maupun tersirat.

“Ini menunjukkan ke mana arah permainannya, dengan direktur olahraga Chelsea dan Manchester United tidak menerima para manajer mengkritik mereka atau membuat pesan-pesan tersirat di hadapan publik,” imbuh komentator tersebut.
Advertisement