Sepakbola

Inter Milan Takluk dari Bodo/Glimt di Kandang, Chivu Salahkan Rumput Sintetis

Advertisement

Bodo – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui anak asuhannya mengalami kesulitan bermain di lapangan rumput sintetis saat menghadapi Bodo/Glimt. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat tim berjuluk Si Ular tersebut sulit tampil optimal.

Inter Milan Tumbang di Leg Pertama

Inter Milan harus menelan kekalahan 1-3 dari Bodo/Glimt pada pertandingan leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions yang berlangsung di Aspmyra Stadium, Kamis (19/2/2026). Tuan rumah berhasil membuka keunggulan melalui gol Sondre Fet di menit ke-20. Inter sempat menyamakan kedudukan lewat gol Pio Esposito di menit ke-30. Namun, Selepas jeda, Bodo/Glimt kembali mencetak dua gol melalui Jens Petter Hauge di menit ke-61 dan Kasper Hogh di menit ke-64, memastikan kemenangan 3-1 untuk tim tuan rumah.

Hasil ini membuat Inter Milan harus meraih kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol pada leg kedua yang akan digelar di Giuseppe Meazza pada 25 Februari mendatang. Sementara itu, Bodo/Glimt hanya perlu menghindari kekalahan lebih dari satu gol untuk memastikan langkah mereka ke babak 16 besar.

Rumput Sintetis Jadi Kendala

Nerazzurri tampak kesulitan beradaptasi dengan lapangan sintetis di tengah cuaca dingin markas Bodo/Glimt. Aspmyra Stadium memang menggunakan rumput sintetis karena suhu di wilayah tersebut seringkali berada di bawah nol derajat Celsius, yang membuat rumput alami sulit tumbuh.

Para pemain Inter Milan dinilai tidak terbiasa bermain di rumput sintetis, mengingat mayoritas pertandingan mereka sebelumnya dilangsungkan di lapangan berumput alami. Pelatih Cristian Chivu pun membenarkan bahwa kondisi lapangan sintetis tersebut mempengaruhi permainan timnya.

Advertisement

Chivu: Bukan Hanya Lapangan

Meskipun demikian, Chivu menegaskan bahwa rumput sintetis bukanlah satu-satunya faktor kekalahan timnya. Ia menilai kegagalan Inter Milan dalam meredam serangan balik cepat Bodo/Glimt juga menjadi penyebab kekalahan anak asuhnya. Hal serupa, kata Chivu, tidak boleh terulang pada leg kedua.

Chivu tetap optimistis Inter Milan dapat bangkit di pertandingan selanjutnya. “Kami berusaha, meskipun kondisi lapangan buruk. Itu bukan alasan, tetapi saya tidak bisa terlalu keras menyalahkan para pemain,” kata Chivu melalui FCInter1908.

Ia menambahkan, “[Bodo/Glimt] lebih terbiasa dengan lapangan ini, itu bukan alasan. Pertandingan masih terbuka lebar, masih ada leg kedua. Kami tahu mereka adalah tim yang bisa menyulitkan kami saat serangan balik, sekarang kami akan mencoba melaju ke babak selanjutnya di San Siro.”

Advertisement