Pembawa acara Gilang Dirga mengawali tahun 2026 dengan kabar duka. Ayahnya, Wendi Indra, meninggal dunia tepat di penghujung tahun 2025. Sebagai anak sulung, Gilang mengaku masih merasakan kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian sang ayah.
Momen Kedekatan dengan Sang Cucu
Hal yang paling dirindukan Gilang dari sosok ayahnya adalah kedekatannya dengan sang cucu, Gin. “Dia tuh suka main sama Gin. Jadi ini banget ya, setiap berapa hari itu pasti ada telepon Gin gitu, video call gitu,” kata Gilang Dirga saat ditemui di rumah duka Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/12/2025) malam.
Kedekatan almarhum dengan cucunya juga diceritakan lebih lanjut oleh Gilang. Menurutnya, sang ayah kerap menghabiskan waktu berdua dengan Gin saat keluarga berkumpul. “Kalau kita lagi kumpul keluarga, yang mana sering banget seminggu tuh bisa tiga kali minimal, karena rumahnya dekat kan. Itu tuh kadang kalau kita lagi kumpul ya Gin berduaan saja gitu sama Unggang-nya. Kayak punya hidup sendiri saja gitu, kitanya pada ngobrol mereka berduaan,” ungkapnya.
Kesedihan Sang Cucu
Gilang kemudian menceritakan kondisi Gin setelah ditinggal sang kakek. Meski masih kecil dan belum sepenuhnya mengerti, Gin disebut tetap merasakan kesedihan. “Ya dia kan masih kecil ya, belum terlalu paham. Tapi dia pasti sedihlah kehilangan Unggang ya, teman baiknyalah,” ujar Gilang.
Istri Gilang, Adiezty Fersa, menambahkan bahwa Gin sempat menangis saat melihat jenazah sang kakek. “Tapi kemarin pas kita jelasin dan dia juga datang lihat jenazah Unggang-nya, dia nangis banget,” kata Adiezty.
Bahkan hingga kini, Gin disebut masih kerap mencari keberadaan sang kakek. “Sampai tadi pun dia masih ngebahas gitu. Tapi kita selalu jelaskan bahwa ya Unggang sudah meninggal, nanti kita ketemu lagi di surga insyaallah. Makanya doa sama Allah mudah-mudahan Allah bisa kumpulin kita semua lagi di surga ketemu sama Unggang gitu. Ya dia paham,” jelas Adiezty.
Perasaan Gilang Terhadap Orang Tua
Saat ditanya apakah dirinya merasa sudah membahagiakan orang tua, Gilang menjawab dengan rendah hati. Ia mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik, meski merasa penilaian tersebut bukan haknya. “Tapi yang pasti gue selalu berusaha untuk berbuat semaksimal gue untuk bisa membuat mereka nyaman, baik secara fisik maupun spiritual. Kalau ditanya sudah membahagiakan, itu bukan ke gue sebetulnya. Dan gue yakin orang tua pasti anak ngetawain, mendoakan saja sudah cukup banget,” bebernya.
Gilang juga mengenang ayahnya sebagai sosok yang sederhana dan tidak pernah menuntut apa pun dari anak-anaknya. “Bokap juga bukan tipikal yang demanding pengin ini pengin itu, gak. Dia memang ngelihat anaknya di TV, kadang-kadang gak di TV ditanya kenapa, sakit apa, gitu-gitu saja seperti orang tua pada umumnya, gak minta apa-apa,” pungkas Gilang.






