Sepakbola

Drama Cristiano Ronaldo Kembali Memanas: Al Nassr Jadi ‘Manchester United’ Jilid II?

Advertisement

Cristiano Ronaldo kembali diterpa isu tak sedap di klub barunya, Al Nassr. Setelah meninggalkan Manchester United karena merasa tidak dihargai, kini sang megabintang dikabarkan tidak puas dengan kebijakan transfer klub asal Arab Saudi tersebut. Situasi ini memunculkan spekulasi apakah drama yang sama akan terulang.

Ketidakpuasan Ronaldo di Al Nassr

Kabar ketidakpuasan Ronaldo mencuat akibat minimnya aktivitas belanja Al Nassr di bursa transfer musim dingin Januari 2026. Hal ini kontras dengan rival mereka, Al Hilal, yang berhasil mendatangkan sejumlah pemain bintang, termasuk Karim Benzema. Ronaldo diduga merasa bahwa Public Investment Fund (PIF), lembaga dana kedaulatan Kerajaan Arab Saudi yang menjadi pemegang saham mayoritas di beberapa klub termasuk Al Nassr, tidak memberikan perlakuan yang adil.

PIF dinilai tidak mengucurkan dana yang signifikan untuk Al Nassr, berbeda dengan klub-klub lain yang berada di bawah naungannya. Akibatnya, Ronaldo dikabarkan melakukan aksi mogok bermain. Ia tidak masuk dalam skuad Al Nassr saat menghadapi Al Riyadh pada Senin (2/2) dan memilih untuk kembali ke Portugal.

Sejarah Kelam Bersama Manchester United

Situasi yang dihadapi Ronaldo di Al Nassr ini mengingatkan pada pengalamannya di Manchester United pada tahun 2023. Saat itu, Ronaldo memutuskan untuk mengakhiri kontraknya dengan klub berjuluk Setan Merah tersebut sebelum akhirnya berlabuh ke Al Nassr. Keputusannya diambil setelah merasa tersisih dari skuad utama di bawah asuhan manajer Erik ten Hag.

Ronaldo kala itu merasa bahwa petinggi klub lebih mementingkan keuntungan finansial daripada prestasi tim. Analisis dari chief football news BBC, Simon Stone, menyebutkan bahwa pola yang sama bisa saja terjadi di Al Nassr.

Advertisement

“Ketika itu, Ronaldo sudah bulat tujuannya dan tidak peduli dengan konsekuensinya. Dia pergi dengan memberikan kritik kepada klub, seperti fasilitas yang tidak berkembang, para petingginya hanya menjadikan sebagai ‘klub pemasaran’, serta mengkritik Ten Hag. Setelah mereda, dia senang dengan keputusannya,” ujar Stone.

Stone menambahkan bahwa menarik untuk melihat bagaimana Ronaldo akan menghadapi situasi ini, mengingat usianya yang sudah menua dan gajinya yang tinggi di Al Nassr. Hingga kini, Ronaldo sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait isu yang beredar.

Kontrak Cristiano Ronaldo bersama Al Nassr sendiri masih berlaku hingga musim panas 2027.

Advertisement