Sepakbola

Diogo Dalot Ungkap Beban Pemain MU Akibat Pergantian Manajer yang Sering Terjadi

Advertisement

Manchester United kembali menelan pil pahit setelah disingkirkan Brighton & Hove Albion dalam laga Piala FA di Old Trafford, Minggu (11/1/2026) malam WIB. Kekalahan 1-2 ini menambah daftar panjang performa inkonsisten Setan Merah di bawah arahan pelatih sementara, Darren Fletcher.

Adaptasi Berkelanjutan di Bawah Tekanan

Sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013, Manchester United telah mengalami pergantian manajer sebanyak 11 kali. Rata-rata, klub mengganti nakhoda tim setahun sekali, sebuah siklus yang diakui Diogo Dalot sangat membebani para pemain.

“Sangat sulit. Ini selalu menjadi sebuah periode yang harus Anda temukan pemecahan masalahnya dengan sangat cepat. Kami harus beradaptasi dan melaju lagi,” ujar Dalot seperti dikutip dari TNT Sports.

Bek asal Portugal itu menjelaskan bahwa tuntutan untuk segera beradaptasi dengan filosofi dan taktik manajer baru menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pemain. Hal ini kerap kali mengganggu ritme dan konsistensi tim.

Advertisement

Musim yang Semakin Berat

Kekalahan dari Brighton di Piala FA ini menambah catatan buruk Manchester United di kompetisi domestik musim ini. Sebelumnya, mereka juga telah tersingkir dari Piala Liga Inggris. Kondisi ini membuat asa meraih gelar semakin menipis.

Saat ini, Manchester United tertahan di peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris dengan raihan 32 poin. Mereka tertinggal 17 poin dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen, sebuah jarak yang sulit untuk dikejar.

Performa yang tidak kunjung membaik ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah klub dan bagaimana manajemen akan mengatasi krisis yang terus berulang setiap musimnya.

Advertisement