Mantan penyerang Chelsea, Diego Costa, melontarkan klaim mengejutkan mengenai suasana di ruang ganti klub asal London tersebut pada era kepelatihan Antonio Conte. Costa menyebut Conte sebagai sosok yang tidak disukai oleh para pemainnya, bahkan menganggapnya arogan.
Konflik dan Kepergian Costa
Diego Costa, yang pernah memperkuat Chelsea selama tiga musim, menghabiskan musim terakhirnya di bawah asuhan Antonio Conte. Meskipun berhasil mencetak 20 gol dan tujuh assist yang berkontribusi pada gelar Premier League 2016/17, hubungan Costa dengan Conte diwarnai perselisihan. Puncaknya, Costa tidak dimainkan sama sekali di paruh pertama musim berikutnya sebelum akhirnya kembali ke Atletico Madrid pada bursa transfer Januari.
Tak lama setelah kepergian Costa, Antonio Conte juga meninggalkan Chelsea. Ia dipecat setelah Chelsea finis di peringkat kelima Premier League 2017/18, meskipun berhasil mempersembahkan trofi Piala FA.
Kritik Pedas Costa untuk Conte
Diego Costa mengungkapkan bahwa atmosfer ruang ganti Chelsea pada masa Conte sangat negatif. Penyerang berusia 37 tahun itu mengaku tidak terkejut dengan pemecatan Conte yang terjadi tidak lama kemudian.
“Dia itu orang yang tidak mempercayai orang lain. Dia mengira bahwa dia itu tahu semuanya,” ujar Diego Costa dalam sebuah perbincangan dengan John Obi Mikel, dikutip dari Metro. “Anda tidak bisa menikmati latihan dengan dia. Dia selalu marah, selalu muram. Para pemain ingin kembali, tapi tidak ada yang menyukai dia dan itulah mengapa dia tidak bertahan lama di klub. Masa lalu tetaplah masa lalu.”
Karier Terbaru dan Perjalanan Conte
Saat ini, Diego Costa berstatus tanpa klub setelah kontraknya dengan klub Brasil, Gremio, habis pada awal Januari 2026. Ada kabar yang menyebutkan Costa berpeluang kembali merumput di Spanyol, dengan Atletico Madrid dan Real Valladolid dikabarkan tertarik.
Sementara itu, Antonio Conte telah melatih beberapa klub besar setelah berpisah dengan Chelsea, termasuk Inter Milan dan Tottenham Hotspur. Sejak musim lalu, Conte menukangi Napoli.






