Pelatih Timnas Curacao, Dick Advocaat, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambilnya kurang dari empat bulan menjelang gelaran Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian monumental yang ia bantu wujudkan bagi negara kecil di Karibia tersebut.
Alasan Pribadi Jadi Pemicu
Perpisahan antara Advocaat dan Timnas Curacao diumumkan secara resmi pada Senin (23/2/2026). Pria asal Belanda yang kini berusia 78 tahun ini menyatakan bahwa alasan utama pengunduran dirinya adalah urusan pribadi, yaitu untuk merawat putrinya yang sedang mengalami gangguan kesehatan. “Saya selalu katakan bahwa urusan keluarga lebih utama dari sepakbola,” ujar Advocaat, seperti dikutip dari The Guardian. Keputusan ini menunjukkan prioritas Advocaat yang menempatkan keluarganya di atas karier sepakbolanya yang gemilang.
Pengganti dan Latar Belakang Advocaat
Posisi yang ditinggalkan Advocaat akan diisi oleh Fred Rutten, mantan pelatih PSV Eindhoven yang juga berasal dari Belanda. Advocaat sendiri memiliki rekam jejak kepelatihan yang sangat panjang, membentang lebih dari 40 tahun. Ia pernah menukangi berbagai klub besar di Eropa serta beberapa tim nasional, termasuk Belanda (dalam tiga periode berbeda), Belgia, Rusia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Serbia, dan Irak.
Selama kariernya, Advocaat telah meraih berbagai gelar bergengsi. Ia pernah membawa PSV Eindhoven menjuarai Liga Belanda, meraih gelar Liga Skotlandia bersama Rangers, dan menjadi kampiun Liga Rusia bersama Zenit Saint Petersburg. Puncak kejayaannya di level klub adalah saat membawa Zenit menjuarai Piala UEFA (sekarang Liga Europa) pada tahun 2008.
Sejarah Baru untuk Curacao
Advocaat mulai melatih Curacao sejak Januari 2024. Keputusan ini sempat dianggap tidak terlalu mengejutkan mengingat Curacao merupakan bagian dari Kerajaan Belanda. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah keberhasilannya membawa negara dengan populasi hanya sekitar 150 ribu penduduk itu lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam kualifikasi ronde ketiga Grup G zona Concacaf yang rampung pada November lalu, Curacao berhasil menduduki peringkat teratas dengan raihan 12 poin dari enam pertandingan. Prestasi ini mencatatkan sejarah baru sebagai negara terkecil yang berhasil menembus Piala Dunia.






