Manchester, Inggris – Co-owner Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, menyampaikan permintaan maaf menyusul kontroversi atas pernyataannya yang menyebut Inggris telah ‘dijajah’ oleh imigran. Pebisnis berusia 73 tahun itu mengklaim komentarnya keluar dari konteks.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News pada Rabu (11/2/2026), Ratcliffe menyoroti kondisi Inggris yang menurutnya dipenuhi oleh imigran dan berdampak negatif pada perekonomian negara.
“Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang yang menerima tunjangan disertai besarnya jumlah imigran yang datang,” ujar Ratcliffe. “Maksud saya, Inggris sedang dijajah. Biayanya terlalu mahal. Inggris telah dijajah oleh imigran.”
Pernyataan tersebut sontak memicu kemarahan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga tokoh publik. Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, dan Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, turut mengecam keras komentar tersebut. Sejumlah kelompok suporter Manchester United juga menyatakan kekecewaannya.
“Menyinggung dan salah. Inggris adalah negara yang bangga dengan toleransi dan keberagaman. Jim Ratcliffe harus meminta maaf,” tegas Starmer melalui unggahan di media sosial.
Menyadari dampak luas dari ucapannya, Ratcliffe akhirnya mengeluarkan permintaan maaf.
“Saya mohon maaf jika pilihan kata-kata saya telah menyinggung beberapa orang di Inggris dan Eropa dan menjadi sorotan, tetapi penting untuk mengangkat isu imigrasi yang terkontrol dan terkelola dengan baik yang mendukung pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa komentarnya disampaikan dalam konteks diskusi mengenai kebijakan Inggris di KTT Industri Eropa di Antwerp. “Ketika saya membahas pentingnya pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, keterampilan, dan manufaktur di Inggris,” jelas Ratcliffe, seperti dikutip ESPN.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dilaporkan telah mengetahui isu ini, namun belum ada pernyataan resmi mengenai tindakan yang akan diambil. FA sendiri dikenal kerap menindak tegas pemain yang terbukti melakukan tindakan rasis.
Manchester United sendiri memiliki skuad yang dihuni banyak pemain imigran. Setidaknya 20 pemain dalam tim asuhan Michael Carrick berasal dari luar Britania Raya.






