Barcelona secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari European Super League (ESL) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Keputusan ini menyisakan Real Madrid sebagai satu-satunya tim pionir yang masih bertahan dengan konsep liga tandingan tersebut, yang pertama kali digagas pada tahun 2021.
Hubungan Memburuk dengan Real Madrid Jadi Faktor
Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan bahwa memburuknya hubungan dengan rival abadi, Real Madrid, menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan klubnya untuk meninggalkan proyek ESL. Selama beberapa bulan terakhir, Laporta dan Presiden Madrid, Florentino Perez, terlibat dalam perseteruan publik yang sengit.
Perez sempat melontarkan tudingan bahwa wasit kerap menunjukkan keberpihakan kepada Barcelona. Selain itu, skandal Negreira yang menuding Barcelona menyuap wasit juga turut memperkeruh suasana, meskipun tudingan tersebut telah dibantah keras oleh Laporta.
“Hubungan dengan Real Madrid juga tidak baik dan itu adalah situasi yang selalu tidak nyaman,” tegas Laporta dalam pernyataannya kepada saluran media resmi klub, dikutip oleh ESPN. Pernyataan ini mengindikasikan ketegangan yang signifikan antara kedua klub raksasa Spanyol tersebut.
Konsep ESL Sulit Diimplementasikan
Selain masalah relasi dengan Real Madrid, Laporta juga menyoroti kesulitan dalam mengimplementasikan konsep European Super League. Ia menilai bahwa proyek tersebut lebih banyak menimbulkan pengeluaran tanpa adanya keuntungan yang jelas.
“Dengan UEFA, kami telah kembali ke keluarga sepak bola, secara definitif meninggalkan Super League,” ujar Laporta. “Kami pergi karena itu adalah proyek yang tidak dapat diimplementasikan. Sudah berantakan. Hanya ada pengeluaran dan pengeluaran; tidak ada keuntungan.”
Membangun Kembali Hubungan dengan UEFA
Dalam beberapa bulan terakhir, Barcelona juga dilaporkan telah berupaya membangun kembali hubungan baik dengan UEFA dan European Football Clubs. Kedua organisasi tersebut sebelumnya secara terang-terangan menentang gagasan European Super League.
Keputusan Jelang Pemilihan Presiden Baru
Keputusan Barcelona keluar dari Super League ini diambil berdekatan dengan jadwal pemilihan presiden baru klub yang akan diselenggarakan pada Maret mendatang. Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa Laporta ingin melepaskan diri dari asosiasi dengan ESL dan Real Madrid sebelum mencalonkan diri kembali sebagai kandidat presiden.






