Arsenal harus puas berbagi angka dengan Liverpool setelah bermain imbang 0-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Jumat (09/01/2026) dini hari WIB. Meski sempat mendominasi jalannya pertandingan, The Gunners tak mampu mengkonversi peluang menjadi gol.
Dominasi Babak Pertama, Kebuntuan di Babak Kedua
Di babak pertama, Arsenal tampil menekan dan berhasil menciptakan beberapa peluang emas. Namun, disiplinnya pertahanan Liverpool membuat serangan tuan rumah kerap mentah. Tercatat hanya empat peluang on target yang berhasil diciptakan Arsenal, namun tak satupun yang benar-benar mengancam gawang Liverpool.
Memasuki babak kedua, Liverpool mengambil alih kendali permainan. Mereka berhasil menurunkan tempo dan menguasai bola lebih banyak, membuat Arsenal kesulitan mengembangkan serangan. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengakui timnya tak mampu menemukan momen krusial untuk memecah kebuntuan.
Arteta: Margin Sangat Tipis, Butuh Momen Ajaib
“Kami tahu bahwa marginnya sangat tipis. Saya rasa kami memiliki dua babak yang berbeda,” ungkap Arteta kepada Sky Sports yang dikutip BBC.
“Babak pertama, saat kami sangat mendominasi, menciptakan peluang besar dengan para pemain yang hampir berada di garis enam yard untuk menempel pemain lawan, dan kami tidak menemukan umpan yang pas untuk mencetak gol. Dan babak kedua sedikit lebih sulit.”
Arteta menambahkan bahwa pertandingan seperti ini membutuhkan sebuah keajaiban untuk bisa memenangkan pertandingan. Ia membandingkan dengan pertandingan di Anfield di mana pemain Liverpool, Szoboszlai, berhasil melakukannya.
“Pertandingan ini butuh sejumlah momen ajaib, dan di Anfield, Szoboszlai melakukannya, lalu mereka memenangkan pertandingan. Hari ini, hal itu tidak terjadi, tetapi kalau Anda tidak bisa menang, maka Anda juga tidak boleh kalah.”
Lebih lanjut, Arteta menilai timnya memiliki beberapa momen di mana mereka punya keuntungan posisi untuk menyakiti lawan. Namun, saat memasuki area berbahaya, kualitas umpan menjadi masalah.
“Kami memiliki beberapa momen saat kami punya keuntungan posisi untuk benar-benar menyakiti mereka. Lalu kemudian ketika kami masuk ke area tersebut, kami kekurangan kualitas untuk memilih umpan ke pemain yang tepat,” pungkasnya.





