Jakarta – Aktor Anrez Adelio melalui kuasa hukumnya, Ramzy Brata Sungkar, memberikan klarifikasi dan bantahan tegas terkait tuduhan tidak bertanggung jawab menghamili Friceilda Prillea alias Icel. Pihak Anrez mengklaim telah berupaya menemui Icel dan keluarganya untuk mencari solusi terbaik.
Enam Poin Klarifikasi Anrez Adelio
Ramzy Brata Sungkar membeberkan enam poin utama terkait bantahan kliennya:
- Bantah Tidak Mau Bertanggung Jawab: Ramzy menegaskan bahwa Anrez Adelio berniat bertanggung jawab penuh atas kehamilan Icel, mulai dari masa kehamilan, persalinan, hingga pasca-kelahiran bayi. “Pihak kami membantah keras pernyataan atau tuduhan (nggak mau bertanggung jawab) ini. Dari awal diberikan surat kuasa ke saya, saya dan Anrez langsung menemui Icel di Citos untuk mengatur pertemuan dengan keluarganya Icel agar dapat solusi terbaik dalam permasalahan yang sedang dihadapi ini,” ujar Ramzy melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (5/1/2026).
- Bantah Dugaan Lakukan Kekerasan: Menanggapi laporan polisi Icel terkait dugaan kekerasan seksual, pihak Anrez memilih untuk mengikuti proses hukum. “Itu nanti akan kami buktikan di hadapan hukum, kan mereka sudah membuat laporan polisi, kami akan buka faktanya di sana,” kata Ramzy. Ia menambahkan, “Intinya silahkan kalian simpulkan sendiri, mereka melakukan hubungan tersebut bukan hanya sekali, bahkan ada beberapa kali, lebih sering dilakukan di tempat tinggal Anrez dengan cara Icel yang datang sendiri menggunakan (grab/gocar) tidak dijemput dan tidak diantar pulang. Atau habis jalan dengan Anrez lalu pulangnya ke tempat Anrez.”
- Soal Tuduhan Minta Icel Gugurkan Kandungan: Ramzy menjelaskan bahwa ucapan Anrez yang menyarankan Icel minum obat adalah respons spontan akibat kaget mendengar kabar kehamilan. “Anrez yang panik dan kaget mendengar kabar Icel hamil anak dia lalu terlontar chat, ‘Kamu minum obat saja’, tanpa ada unsur paksaan dan qadarullah bayi tersebut masih ada dan sehat sampai hari ini. Artiannya Anrez tidak memaksakan atau adanya ancaman, lebih kepada menawarkan solusi yang impulsif dan kurang tepat,” jelas Ramzy.
- Anrez Temui Keluarga Icel: Pihak Anrez membantah kliennya menghilang setelah mengetahui kehamilan Icel. Kuasa hukumnya mengungkapkan bahwa Anrez telah menemui keluarga Icel. “Kalau klien saya penjahat dan tidak bertanggung jawab, untuk apa bertemu pihak keluarga Icel dan merencanakan pernikahan, dan akan membiayai semua keperluan dalam menyambut kelahiran anak tersebut?” kata Ramzy. Pertemuan tersebut, menurut Ramzy, terjadi di sebuah mal di kawasan Sentul, Jawa Barat, dihadiri Icel beserta orang tua dan saudara, sementara Anrez didampingi tim kuasa hukum dan Ali. Ramzy juga mengklaim memiliki rekaman suara berisi ancaman dari pihak keluarga Icel terhadap kliennya.
- Bantah Keras 7 Hal Ini: “Kami membantah keras pernyataan fitnah, tidak bertanggung jawab, tidak berkontribusi, tidak ada itikad baik, (permintaan) aborsi, menelantarkan, ancaman, dan kekerasan seksual. Ini semua jelas fitnah dan kami juga akan membuat laporan polisi jika nantinya tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau damai,” tegas Ramzy.
- Surat Perjanjian: Ramzy menjelaskan bahwa surat perjanjian yang dibuat Anrez ditandatangani di bawah tekanan verbal. “Tempat tinggal Anrez disatroni oleh 6-7 orang pihak Icel dari jam 00:25 WIB dan baru pulang sekitar jam 04:00 WIB, setelah Anrez bersedia menandatangani surat tersebut, posisi Anrez di rumah itu hanya sendirian karena memang dia tinggal sendiri,” ucap Ramzy. Surat tersebut, menurut kuasa hukum Anrez, justru dijadikan senjata oleh Icel. “Surat itu dibuat jauh sebelum berita ini mencuat, hanya beberapa hari setelah Icel menyampaikan bahwa dia hamil anak Anrez, bukan seperti yang diberitakan kalau Anrez tidak bertanggung jawab dan tidak menepati poin-poin dalam surat tersebut,” tegasnya.
Ramzy menegaskan bahwa Anrez Adelio tidak lari dari masalah dan sejak awal berniat menangani semuanya dengan baik dan bertanggung jawab.






