Aipda Agung Ginanjar, Kasium Polsek Pandeglang, menjadi motor penggerak di balik dua program inovatif yang meningkatkan pelayanan publik: Taman Edukasi Lalu Lintas dan SKCK Delivery. Inisiatifnya ini bahkan mengantarkannya menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026.
Taman Edukasi Lalu Lintas: Belajar Sambil Bermain
Program Taman Edukasi Lalu Lintas digagas Aipda Agung pada tahun 2023. Ide ini muncul dari pengamatan terhadap lokasi Polsek Pandeglang yang dinilai potensial untuk edukasi. “Artinya di situ kita bikin marka jalan, kemudian rambu-rambunya,” kata Aipda Agung kepada detikcom, Jumat (3/10/2025).
Tujuan utama program ini adalah memberikan pemahaman dini tentang tertib berlalu lintas kepada anak-anak usia Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Tujuan saya waktu itu adalah supaya kita bisa untuk memberikan andil kepada masyarakat khususnya anak-anak di usia TK/Paud untuk kita sedikit berikan ilmu tentang lalu lintas,” ucapnya.
Dukungan penuh dari pimpinan dan rekan-rekannya di Polsek Pandeglang membuat program ini terwujud. Aipda Agung bersama para Bhabinkamtibmas secara swadaya melengkapi fasilitas taman. “Kita secara swadaya melengkapi apa yang bisa kami lengkapi terkait fasilitas taman edukasinya, temen-temen Bhabin juga bantu sosialisasikan juga di kelurahan-kelurahannya bahwa di kami ini ada Taman Edukasi Lalu Lintas,” ujarnya.
Zahrotul Janah, salah satu kepala sekolah TK di Pandeglang, mengapresiasi program ini. Ia kerap membawa murid-muridnya berkunjung ke taman tersebut. “Karena anak-anak diedukasinya luar biasa sama Aipda Agung sebagai pelopornya, untuk penerimaan juga sangat friendly, terus penyampaian segala rupanya juga baik, mudah dipahami anak-anak,” kata Zahro kepada detikcom, Senin (9/2/2026).
Kunjungan ke Taman Edukasi Lalu Lintas ini tidak dipungut biaya. Sekolah hanya perlu mengirimkan surat permohonan dan menyesuaikan jadwal. Selain edukasi lalu lintas, Aipda Agung dan timnya juga memberikan pemahaman tentang larangan bullying dan bahaya narkoba.
Meskipun demikian, Zahro berharap ada peningkatan fasilitas, terutama untuk kegiatan outdoor. “Edukasi anak-anak itu enaknya outdor, kalau hujan itu terbatas, jadi harus di ruangan. Kalau di ruangan itu tidak kondusif, karena anak kan kinestetik ya kebanyakan, jadi pengen lari-lari gitu, kalau di ruangan terbatas. Itu mungkin kalau bisa kegiatan outdornya lebih ditingkatkan lagi, di lapangan harus ada tempat peneduhnya, walaupun hujan tetap kegiatan ada di luar,” imbuhnya.
Operasional taman sempat terhenti pada tahun 2024 karena fokus pada pengamanan Pemilu Serentak. Kegiatan kembali bergulir pada pertengahan tahun 2025.
SKCK Delivery: Pelayanan Jemput Bola
Setelah sukses dengan taman edukasi, Aipda Agung menggagas program SKCK Delivery pada tahun 2023. Program ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Namun, pelayanan ini memiliki batasan wilayah hukum, yaitu hanya untuk masyarakat di Kecamatan Marjasari dan Pandeglang. “Jadi khususnya untuk pelayanan SKCK Delivery itu saat ini hanya bisa kami sajikan untuk masyarakat kami yang ada di wilayah Kecamatan Marjasari dengan Pandeglang,” ucap Aipda Agung.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini cukup mengisi formulir online, mengunggah dokumen, dan melakukan pembayaran melalui QRIS sebesar Rp 30.000 sesuai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Jadi si pemohon itu setelah dia mengisi data, setelah dia mengupload datanya, akan kita proses setelah dia melakukan pembayaran via QRIS. Jadi di link itu tuh sudah tampil juga QRIS-nya, dan sesuai PNBP itu biayanya kan Rp 30.000,” ujarnya.
Setelah proses pembayaran selesai, SKCK akan dicetak. Petugas kemudian akan menghubungi Bhabinkamtibmas di wilayah pemohon untuk mengantarkan SKCK langsung ke alamat pemohon tanpa biaya tambahan. “Nanti Pak Trimoyo yang datang ke ruangan SKCK, lalu Pak Trimoyo yang mengantarkan SKCK itu ke alamat pemohon dan free, tidak ada pungutan biaya tambahan,” jelasnya.
Aipda Agung menegaskan bahwa tidak ada biaya ongkos kirim atau biaya tambahan lainnya. Biaya yang dikenakan hanya sebesar Rp 30.000 sesuai PNBP. “Biayanya sesuai PNBP saja Rp 30.000 dan tidak ada yang namanya biaya ongkir atau biaya tambahan lain-lain,” tegasnya.
Meskipun demikian, program ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Aipda Agung menduga hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan atau rasa sungkan masyarakat untuk meminta bantuan Bhabinkamtibmas. “Mungkin karena ketidaktahuan atau mungkin sungkan juga kalau misalnya si pemohon ini meminta bantuan langsung ke Bhabinnya. Padahal kita sudah sering sampaikan sih, jadi bisa juga persyaratan-persyaratan itu serahkan ke Bhabinnya, nanti Bhabinnya yang datang ke operator SKCK, setelah diproses, si Bhabinnya yang kembali mengantarkan ke si pemohon,” ucap Agung.
Ia menambahkan bahwa jumlah pemohon SKCK manual yang datang ke Polsek Pandeglang per hari juga tidak terlalu banyak jika dibandingkan kota besar.
Penghargaan dan Pengakuan
Inovasi yang digagas Aipda Agung, baik Taman Edukasi Lalu Lintas maupun SKCK Delivery, telah mendapatkan apresiasi. Pada tahun 2024, Polsek Pandeglang meraih penghargaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan masuk dalam 10 Polsek terbaik se-Indonesia.






