• Minggu, 4 Desember 2022

Haedar Nashir Kembali Terpilih Jadi Ketum PP Muhammadiyah Periode 2022-2027

- Senin, 21 November 2022 | 17:53 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. /
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. /

Jendelaindonesia.id - Haedar Nashir kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode 2022-2027. 

Baca Juga: Jokowi Hadiri Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo

Dia secara resmi ditetapkan sebagai Ketum PP Muhammadiyah oleh Panitia Pemilih (Panlih) Muktamar ke-48 Muhammadiyah dalam Sidang Pleno VIII Muktamar Muhammadiyah di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Minggu, 20 November 2022. 

Baca Juga: Tampil Serba Hitam, Potret Jungkook BTS di Pembukaan Piala Dunia Qatar 2022

Haedar Nashir kembali terpilih mengemban jabatan tertinggi di Muhammadiyah berdasarkan hasil rapat tertutup yang dilaksanakan oleh 13 anggota PP Muhammadiyah yang berlangsung dengan waktu cukup cepat, yakni sekitar tiga jam dari jadwal semula pukul 15.30 WIB. 

Selain secara resmi menetapkan Haedar Nashir sebagai ketua umum, Panlih juga mengumumkan Abdul Muti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027. 

Setelah menetapkan Haedar Nashir dan Abdul Muti, kemudian dilakukan penandatanganan dan penyerahan dari pengurus lama ke pengurus baru. 

Dengan terpilihnya Haedar Nashir dan Abdul Muti tersebut, keduanya sudah dua kali atau dua periode menjadi Ketum dan Sekretaris PP Muhammadiyah

Haedar Nashir menyampaikan bahwa amanah tersebut diemban 13 orang terpilih secara kolektif kolegial sebagai bagian dari sistem kepemimpinan di Persyarikatan. 

"Saya sebagai ketum posisinya hanya sejengkal didepankan dan seinci ditinggikan tetapi pada intinya tetap pada kolektif kolegial dan sesuai sistem Persyarikatan," katanya. 

Haedar Nashir mengatakan bahwa ke depan, kepemimpinan terpilih akan menjalankan program yang arahnya lebih transformatif. 

Hal itu berlaku baik untuk program secara umum maupun bidang-bidang yang arahnya pada unggul berkemajuan terhadap segala aspek. 

"Kami mensosialisasikan dan menjadikan pandangan Islam berkemajuan dalam Risalah Islam berkemajuan yang telah ditetapkan untuk mendialogkan kepada berbagai kalangan di dalam dan luar negeri agar menjadi alam pikiran yang semakin luas dan terintegrasi dengan baik di Persyarikatan," tutur Haedar Nashir, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara. 

Selain itu, PP Muhammadiyah juga memiliki mandat untuk terus mendiskusikan mengenai isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal dan menjadi masukan penting di berbagai bidang. 

Selain berstatus sebagai pemimpin tertinggi di Muhammadiyah, sosok Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. adalah seorang Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan mengajar sebagai dosen program studi Ilmu Pemerintahan UMY. 

Riwayat pendidikan Haedar Nashir dimulai di SD/MI Ciparay Bandung, kemudian Pondok Pesantren Cintawana Tasikmalaya, dan SMA Negeri X Bandung. 

Setelah itu, dia mengambil kuliah di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta. 

Setelah menamatkan gelar S1 Ilmu Sosiatri STPMD Yogyakarta, Haedar Nashir kembali mengambil kuliah untuk gelar S2 dan S3 yang diraihnya dari Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada (UGM) program Sosiologi. 

Kiprah Haedar Nashir di Muhammadiyah berawal ketika dia menjadi anggota Muhammadiyah Cabang Ngampilan, Yogyakarta sejak tahun 1983. 

Dia juga pernah menjabat sebagai ketua I PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 1983-1986 dan Departemen Kader PP Pemuda Muhammadiyah periode 1985-1990. 

Setelah itu, Haedar Nashir masuk di Pimpinan Pusat Muhammadiyah mula-mula sebagai Ketua Badan Pendidikan Kader (BPK) dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah (BPK-PAMM) periode 1985-1995 dan 1995-2000. 

Dia lalu duduk sebagai salah seorang ketua PP Muhammadiyah di bawah ketua umum Din Syamsuddin untuk dua periode tahun 2005-2015. 

Kemudian, berdasarkan hasil rapat 13 anggota tetap PP Muhammadiyah pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015, Haedar Nashir terpilih sebagai Ketum PP Muhammadiyah periode 2015-2020.*** 

Sumber : Pikiran Rakyat/Antara

Editor: Renih Tania

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 08:14 WIB

DPRD dan Pemkot Bogor Bahas 4 Raperda di Rapat Paripurna

Selasa, 22 November 2022 | 10:45 WIB

Lomba P2WKSS Jawa Barat, Kampung Bojong Neros Dinilai

Selasa, 22 November 2022 | 10:43 WIB
X