• Minggu, 4 Desember 2022

Kisah Inspiratif Sosok Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Dengan Sejuta Prestasinya

- Jumat, 18 November 2022 | 12:28 WIB
Kisah Inspiratif Sosok Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Dengan Sejuta Prestasinya (Foto: Ig @susipudjiastuti115)
Kisah Inspiratif Sosok Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Dengan Sejuta Prestasinya (Foto: Ig @susipudjiastuti115)

JendelaIndonesia.Id-Siapa yang tak mengenal sosok wanita hebat dan menginspirasi ini. Wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Sosok yang dimaksud ialah Susi Pudjiastuti. Susi ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo saat itu untuk mengemban jabatan tersebut. Meskipun Susi Pudjiastuti hanya berasal dari tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia berhasil menjadi wanita yang sukses dalam menjalankan bisnisnya, terutama di bidang perikanan.

Susi Pudjiastuti merupakan putri dari Hajah Suwuh Lasminah dan Haji Ahmad Karlan yang lahir 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa Barat. Namun, walaupun lahir di Pangandaran, kedua orantuanya berasal dari Jawa Tengah. Susi berasal dari keluarga yang terpandang. Bagaimana tidak, didaerah asalnya keluarga susi memiliki usaha peternakan yang cukup besar. Tidak hanya itu, kakeknya Haji Ireng merupakan seorang tuan tanah.

Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ini merupakan satu-satunya Menteri yang hanya mengenyam pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bukan tanpa sebab, hal tersebut dikarenakan setelah selesai menempuh pendidikan di SMP, Susi melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Yogyakarta dan aktif dalam Gerakan Golput. Pada masa itu, Gerakan Golput merupakan komunitas yang dilarang. Sehingga SMA Negeri 1 Yogyakarta mengeluarkannya ketika duduk di bangku kelas 2.

Baca Juga: Sukses Menyelenggarakan KTT G20 Di Bali, Indonesia Banjir Pujian Dan Keuntungan.

Setelah berhenti sekolah, karena hidup dalam lingkungan nelayan akhirnya Susi memutuskan untuk menekuni bisnis jual beli ikan dengan bermodalkan Rp. 75.000 dari hasil menjual seluruh perhiasan yang dimilikinya. Awal mulanya, ikan dijual dengan cara berkeliling pantai Pangandaran menggunakan sepeda. Setiap keuntungan yang diperoleh ia gunakan untuk mengembangkan usahanya tersebut lebih maju.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintisnya tersebut membuahkan hasil. Pada tahun 1996 ia mendirikan pabrik pengolah ikan yang diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Marine Product sebagai unit pengolahan dan eksportir. Dari beberapa produk yang dihasilkan, lobster menjadi produk andalannya. Produknya tersebut dilabeli dengan “Susi Brand” yang berhasil mengekspor lobster hingga ke Amerika Serikat.

Selain menggeluti bisnis perikanan, Susi Pudjiastuti juga terjun keranah bisnis transportasi udara. Susi meminjang dana sekitar 47 miliar ke sebuah bank untuk untuk membangun landasan pacu Pangandaran dan membeli 2 unit pesawat Cessna. Maskapai penerbangan tersebut diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) yang dirintis pada tahun 2004. Awal mula tujuannya hanya karena untuk mempermudah proses pengiriman ekspor ikan. Sebab, pengiriman hasil laut dalam jumlah banyak akan mengeluarkan banyak tempat dan biaya yang besar.

Baca Juga: Kota Bogor Sabet Penghargaan ISNA 2022 Smart Branding Terbaik

Pesawat milik Susi Pudjiastuti ini menjadi pesawat yang mendarat pertama di Aceh pasca terjadinya gempa bumi dan tsunami (27/12/2006). Tsunami tersebut mengakibatkan akses transportasi terhambat. Sehingga, pesawat yang akan mengangkut ikan digunakan untuk membantu para korban. Namun, ketika akan ditarik, pihak organisasi kemanusiaan menyatakan keinginan untuk menyewa pesawat tersebut. Demikian, mulanya Susi mulai memperoleh ide untuk memiliki lebih banyak lagi pesawat. Bisnis jasa transportasi Susi Pudjiastuti kini memiliki 49 armada pesawat yang terdiri dari 32 Cessna Grand Caravan C208B, 9 Pilatus PC-6 Turbo Porter, 3 Piaggio P180 Avanti II, 1 Air Tractor AT802 “Fuel Hauler”, 1 Piper Archer PA-28 dan 1 LET 410. Omset dari bisnis tersebut diperkirakan mencapai ratusan miliar pertahun.

Halaman:

Editor: Wildan F Mubarock

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 08:14 WIB

DPRD dan Pemkot Bogor Bahas 4 Raperda di Rapat Paripurna

Selasa, 22 November 2022 | 10:45 WIB

Lomba P2WKSS Jawa Barat, Kampung Bojong Neros Dinilai

Selasa, 22 November 2022 | 10:43 WIB
X