Liverpool harus menelan pil pahit setelah gagal meraih poin penuh saat menjamu Leeds United di Anfield pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Meskipun tampil dominan dengan 68% penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan, tim tuan rumah hanya mampu mencatatkan empat peluang tepat sasaran. Hasil imbang 0-0 ini menjadi gambaran betapa sulitnya Liverpool membongkar pertahanan rapat Leeds yang menerapkan pola dasar 5-4-1.
Strategi Leeds Berhasil
Manajer Leeds, Daniel Farke, mengungkapkan bahwa strategi timnya sejak awal adalah memampatkan lini tengah dan membiarkan Liverpool menguasai bola di area sayap. Rencana ini terbukti sangat efektif dalam meredam serangan Liverpool.
Ironisnya, ketika Leeds membuat kesalahan kecil yang membuka peluang bagi Liverpool, tim tuan rumah justru ikut melakukan kesalahan. Salah satu momen krusial terjadi ketika Hugo Ekitike berhasil menerima umpan silang dari Jeremie Frimpong di depan gawang. Namun, sundulan Ekitike justru mengarah ke belakang, menjauh dari target.
Kelelahan Jadi Penyebab?
Mantan striker Liverpool, Daniel Sturridge, menilai ada sesuatu yang hilang dari lini serang The Reds. Ia menduga kelelahan akibat jadwal padat sepanjang bulan Desember menjadi penyebab utama performa Liverpool yang dianggapnya ‘melempem’.
“Kalau Anda tanya saya, menurut saya mereka terlihat kelelahan. Mereka kehilangan gereget, pergerakannya tidak tajam,” ujar Sturridge dikutip dari BBC.
“Mereka memang mengontrol pertandingan, tapi di sepertiga akhir mereka tak menggigit. Mereka harus memulai lagi dan mencari tahu apa yang merugikan mereka, tapi bagi saya sih kreativitasnya yang sangat terlihat kurang.”
Pertandingan ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat Liverpool yang biasanya tajam di lini depan justru kesulitan menciptakan peluang berbahaya.






