Selebriti

Fico Fachriza Ubah Pengalaman Kelam Judol dan Pinjol Jadi Materi Stand Up Comedy ‘Klatak’

Advertisement

Komika Fico Fachriza mengungkapkan bahwa pengalaman pribadinya yang sempat viral terkait isu judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) telah diubah menjadi sebuah karya pertunjukan spesial. Pertunjukan tersebut diberi judul ‘KLATAK’, yang merupakan singkatan dari ‘Klarifikasi Tapi Kocak’.

Karya dari Pengalaman Buruk

Fico Fachriza menyatakan bahwa masalah yang sempat menerpanya kini telah selesai. Meskipun tidak membenarkan tindakan yang pernah dilakukannya, ia berhasil mengubah pengalaman buruk tersebut menjadi materi komedi. “Malah saya sempat bikin special show-nya lho. Saya bikin special show judulnya ‘KLATAK’, Klarifikasi Tapi Kocak,” ungkap Fico saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat pada Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan bahwa dirinya kini berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menutup lembaran lama dengan hal-hal baru. Hal ini menunjukkan upaya Fico untuk bangkit dan memberikan pandangan positif dari masa lalu yang kelam.

Aktivitas Profesional Tetap Berjalan

Meskipun sempat diterpa isu negatif, Fico Fachriza memastikan bahwa aktivitasnya di dunia hiburan, khususnya pekerjaan off air, tetap berjalan lancar. Ia mengaku masih banyak perusahaan yang mengundangnya untuk tampil.

“Masih sih, karena kayak misalkan kantor-kantor gitu, perusahaan-perusahaan yang orang-orangnya tuh gak terlalu ngikutin sosial media, gak ngikutin berita-berita kayak gitu (Fico viral karena judol),” jelasnya.

Advertisement

Fico menambahkan bahwa pihak perusahaan tidak terlalu mempermasalahkan kehidupan pribadinya. “Ya mereka sih ngundang-ngundang aja kan. Mereka gak terlalu tahu personal hidup orang juga gimana. Jadi mereka ngundang, ngundang aja sih,” lanjutnya.

Polemik Menjadi Sumber Materi Komedi

Sebagai seorang komika, Fico Fachriza tidak menampik bahwa polemik yang menimpanya turut dijadikan bahan refleksi sekaligus materi lawakan. Baginya, keresahan pribadi merupakan sumber utama dalam berkarya.

“Iya, karena rata-rata stand up comedian kan materinya dari keresahan ya. Jadi gak mungkin hal segede itu gitu, akunya gak resah,” ujarnya.

Pengalaman ini menjadi bukti bagaimana seorang seniman dapat mengubah kesulitan menjadi inspirasi kreatif, bahkan dalam bentuk humor yang menyentuh isu sensitif.

Advertisement