Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena hari tanpa bayangan akan kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Februari 2026. Fenomena alam unik ini terjadi ketika matahari berada tepat di atas kepala pengamat, membuat bayangan benda tegak lurus tampak menghilang.
Penjelasan Ilmiah Hari Tanpa Bayangan
Hari tanpa bayangan, yang juga dikenal sebagai kulminasi utama, merupakan momen ketika matahari mencapai titik tertingginya di langit, tepat di atas kepala. BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena kemiringan sumbu rotasi bumi tidak sejajar dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Akibatnya, posisi semu matahari dari Bumi terus berubah sepanjang tahun.
“Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,” ujar BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG menambahkan bahwa posisi Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa menyebabkan kulminasi utama terjadi dua kali dalam setahun, berdekatan dengan waktu ketika matahari melintasi khatulistiwa.
Jadwal Lengkap Hari Tanpa Bayangan 2026
Secara umum, kulminasi utama di Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan berlangsung antara 21 Februari 2026 di Baa, Nusa Tenggara Timur, hingga 5 April 2026 di Sabang, Aceh. Fenomena ini juga akan kembali terjadi pada periode 7 September 2026 hingga 21 Oktober 2026 di Baa, Nusa Tenggara Timur.
BMKG merilis jadwal rinci hari tanpa bayangan di berbagai kota di Indonesia:
- Sumatera:
- Banda Aceh: 4 April 2026 pukul 12.41.46 WIB
- Medan: 29 Maret 2026 pukul 12.30.04 WIB
- Padang: 18 Maret 2026 pukul 12.26.39 WIB
- Pekanbaru: 21 Maret 2026 pukul 12.21.08 WIB
- Bengkulu: 11 Maret 2026 pukul 12.21.00 WIB
- Jambi: 16 Maret 2026 pukul 12.14.15 WIB
- Tanjung Pinang: 23 Maret 2026 pukul 12.08.52 WIB
- Palembang: 13 Maret 2026 pukul 12.10.28 WIB
- Bandar Lampung: 7 Maret 2026 pukul 12.10.00 WIB
- Pangkal Pinang: 15 Maret 2026 pukul 12.04.31 WIB
- Jawa:
- Serang: 5 Maret 2026 pukul 12.06.53 WIB
- Jakarta Pusat: 5 Maret 2026 pukul 12.04.11 WIB
- Bandung: 3 Maret 2026 pukul 12.01.31 WIB
- Semarang: 3 Maret 2026 pukul 11.50.10 WIB
- Yogyakarta: 28 Februari 2026 pukul 11.51.04 WIB
- Surabaya: 2 Maret 2026 pukul 11.41.18 WIB
- Kalimantan:
- Pontianak: 20 Maret 2026 pukul 11.50.11 WIB
- Palangka Raya: 15 Maret 2026 pukul 11.33.24 WIB
- Banjarbaru: 12 Maret 2026 pukul 12.30.29 WITA
- Samarinda: 19 Maret 2026 pukul 12.19.21 WITA
- Tanjungselor: 28 Maret 2026 pukul 12.15.41 WITA
- Bali dan Nusa Tenggara:
- Denpasar: 26 Februari 2026 pukul 12.32.03 WITA
- Mataram: 26 Februari 2026 pukul 12.28.30 WITA
- Kupang: 22 Februari 2026 pukul 11.59.10 WITA
- Sulawesi:
- Mamuju: 14 Maret 2026 pukul 12.13.42 WITA
- Makassar: 7 Maret 2026 pukul 12.13.23 WITA
- Palu: 18 Maret 2026 pukul 12.08.42 WITA
- Kendari: 10 Maret 2026 pukul 12.00.15 WITA
- Gorontalo: 22 Maret 2026 pukul 11.54.42 WITA
- Manado: 24 Maret 2026 pukul 11.46.59 WITA
- Maluku dan Papua:
- Sofifi: 22 Maret 2026 pukul 12.36.43 WIT
- Ambon: 11 Maret 2026 pukul 12.37.21 WIT
- Sorong: 18 Maret 2026 pukul 12.23.00 WIT
- Manokwari: 18 Maret 2026 pukul 12.11.50 WIT
- Jayapura: 14 Maret 2026 pukul 11.46.28 WIT
- Nabire: 12 Maret 2026 pukul 12.07.49 WIT
- Wamena: 10 Maret 2026 pukul 11.54.33 WIT
- Merauke: 27 Februari 2026 pukul 11.51.08 WIT
BMKG juga mengingatkan bahwa posisi matahari tepat di atas Kota Pontianak pada 20 Maret 2026 pukul 11.50 WIB dan 23 September 2026 pukul 11.35 WIB. Sementara itu, titik balik utara terjadi pada 21 Juni 2026 pukul 15.25 WIB dan titik balik selatan pada 22 Desember 2026 pukul 03.49 WIB.






